Scopus Jurnal: Pengertian, Cara Cek, Kuartil, dan Tips Publikasi

Scopus jurnal merupakan salah satu topik yang banyak dicari oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa yang sedang mempersiapkan publikasi internasional.

Istilah ini biasanya digunakan untuk menyebut jurnal yang terindeks dalam database Scopus. Sebelum mengirim artikel, penulis perlu memastikan status jurnal, bidang kajian, kuartil, serta metrik jurnal melalui sumber resmi.

Apa Itu Scopus Jurnal?

Scopus jurnal adalah istilah yang umum digunakan untuk jurnal yang terindeks dalam database Scopus.

Scopus merupakan database publikasi dan sitasi ilmiah yang mencakup berbagai bidang ilmu. Selain jurnal, Scopus juga mencakup sumber ilmiah lainnya seperti conference proceedings dan book series.

Perlu dibedakan antara jurnal internasional dan jurnal Scopus. Jurnal internasional tidak otomatis terindeks Scopus. Status Scopus harus diperiksa secara khusus.

Cara Cek Jurnal Scopus

Sebelum memilih jurnal, lakukan pengecekan melalui sumber resmi Scopus.

1. Buka Scopus Sources

Akses fitur Sources pada platform Scopus.

2. Cari Nama Jurnal

Masukkan nama jurnal, ISSN, publisher, atau subject area.

3. Periksa Profil Jurnal

Lihat informasi seperti:

  1. Nama jurnal
  2. ISSN atau E-ISSN
  3. Publisher
  4. Subject area
  5. Coverage
  6. CiteScore
  7. CiteScore Percentile
  8. SJR
  9. SNIP
  10. Quartile

4. Cek Status Terbaru

Pastikan jurnal masih tercakup dalam Scopus. Jangan hanya mengandalkan logo Scopus atau klaim pada website jurnal.

Scopus dapat menghentikan coverage suatu sumber setelah proses evaluasi. Karena itu, pengecekan status terbaru sangat penting.

Apa Itu Q1, Q2, Q3, dan Q4?

Kuartil menunjukkan posisi relatif jurnal dalam kategori bidang tertentu.

  1. Q1 menunjukkan kelompok peringkat atas.
  2. Q2 berada pada kelompok berikutnya.
  3. Q3 berada pada kelompok berikutnya.
  4. Q4 berada pada kelompok terbawah.

Kuartil harus dibaca bersama subject category dan tahun yang digunakan. Satu jurnal juga dapat memiliki posisi berbeda pada kategori bidang tertentu.

Apa Itu CiteScore?

CiteScore merupakan salah satu metrik utama Scopus untuk melihat dampak sitasi sebuah sumber.

Scopus menggunakan periode empat tahun dalam perhitungan CiteScore. Nilainya dapat digunakan untuk membantu membandingkan performa jurnal dalam bidang yang relevan.

Selain CiteScore, penulis juga dapat melihat CiteScore Percentile, SJR, dan SNIP.

Apa Itu SJR dan SNIP?

1. SJR

SJR atau SCImago Journal Rank mengukur prestige jurnal dengan mempertimbangkan bobot sumber yang memberikan sitasi.

2. SNIP

SNIP atau Source-Normalized Impact per Paper mempertimbangkan karakteristik pola sitasi pada bidang ilmu tertentu.

Keduanya dapat digunakan sebagai indikator tambahan ketika mengevaluasi jurnal.

Apakah Jurnal Q1 Selalu Pilihan Terbaik?

Tidak selalu.

Jurnal Q1 memang berada pada kelompok atas dalam kategori tertentu, tetapi bukan berarti selalu menjadi target paling sesuai untuk setiap artikel.

Sebelum submit, perhatikan:

  1. Kesesuaian scope
  2. Kualitas dan kontribusi artikel
  3. Tingkat persaingan jurnal
  4. Metrik jurnal
  5. Reputasi publisher
  6. Proses peer review
  7. Biaya publikasi
  8. Target akademik penulis

Jurnal yang paling tepat adalah jurnal yang sesuai dengan artikel dan tujuan publikasi.

Waspada Jurnal Scopus Discontinued

Penulis juga perlu memperhatikan kemungkinan jurnal mengalami perubahan status atau discontinued.

Jangan hanya melihat riwayat Q1 atau Q2 dari tahun sebelumnya. Periksa kembali apakah jurnal masih tercakup dalam Scopus ketika artikel akan disubmit.

Jangan menjadikan screenshot kuartil sebagai satu-satunya bukti bahwa jurnal masih terindeks Scopus.

Periksa sumber resmi dan informasi coverage terbaru.

Cara Memilih Scopus Jurnal yang Tepat

1. Sesuaikan dengan topik

Baca focus and scope jurnal sebelum melakukan submission.

2. Cek status indeksasi

Pastikan jurnal benar-benar tercakup dalam Scopus.

3. Periksa metrik

Bandingkan CiteScore, CiteScore Percentile, SJR, SNIP, dan kuartil.

4. Cek artikel terbaru

Lihat artikel yang baru diterbitkan untuk memastikan topik Anda sesuai dengan fokus jurnal.

5. Baca author guidelines

Periksa format artikel, jumlah kata, gaya referensi, sistem submission, dan ketentuan lainnya.

6. Periksa biaya

Pastikan informasi APC atau biaya publikasi tersedia dan jelas.

Jasa Publikasi Jurnal Scopus GoAcademica

Penulis yang sudah memiliki artikel tetapi masih kesulitan menentukan target Scopus jurnal dapat menggunakan layanan pendampingan publikasi jurnal SCOPUS dari GoAcademica.

Scan the code

Kesimpulan

Scopus jurnal adalah jurnal yang tercakup dalam database Scopus. Untuk memilih jurnal yang tepat, penulis tidak cukup melihat label Scopus atau kuartil Q1-Q4.

Periksa status indeksasi, coverage, CiteScore, SJR, SNIP, scope, reputasi publisher, biaya, dan riwayat jurnal sebelum submit.

Dengan pemeriksaan yang tepat, penulis dapat mengurangi risiko memilih jurnal yang tidak sesuai atau sudah mengalami perubahan status indeksasi.

FAQ

Apa itu Scopus jurnal?

Scopus jurnal adalah istilah umum untuk menyebut jurnal yang terindeks dalam database Scopus.

Bagaimana cara cek jurnal Scopus?

Jurnal dapat dicari melalui fitur Sources di Scopus menggunakan nama jurnal, ISSN, publisher, atau subject area.

Apa arti Q1 pada jurnal Scopus?

Q1 menunjukkan posisi jurnal dalam kelompok peringkat atas pada kategori subjek tertentu.

Apa itu CiteScore?

CiteScore adalah salah satu metrik Scopus yang digunakan untuk melihat dampak sitasi suatu sumber.

Apakah jurnal Q1 pasti masih terindeks Scopus?

Tidak. Status jurnal dapat berubah sehingga perlu diperiksa kembali melalui sumber resmi Scopus.

Apakah GoAcademica menyediakan jasa publikasi jurnal Scopus?

Ya. GoAcademica menyediakan pendampingan publikasi jurnal Scopus sesuai layanan dan ketentuan yang berlaku.

Scroll to Top