SJR: Pengertian, Nilai Tertinggi, Q1–Q4, dan Impact Factor Jurnal

Bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti yang mulai mencari jurnal internasional, istilah SJR, Scopus Q1, Q2, Q3, dan Q4 hampir selalu muncul. Masalahnya, banyak yang masih menganggap SJR sama dengan Scopus atau mengira semakin besar angka SJR berarti otomatis semakin tinggi kualitas sebuah jurnal.

Padahal SJR dan Scopus memiliki fungsi yang berbeda. Memahami perbedaannya penting ketika memilih jurnal untuk membaca referensi maupun menentukan target publikasi.

SJR Itu Apa?

SJR adalah singkatan dari SCImago Journal Rank, yaitu indikator yang mengukur prestise sebuah jurnal berdasarkan jaringan sitasinya. SJR tidak sekadar menghitung berapa kali sebuah artikel atau jurnal dikutip, tetapi memperhitungkan prestise jurnal yang memberikan sitasi tersebut.

SJR dikembangkan berdasarkan data Scopus dan ditampilkan melalui platform SCImago Journal & Country Rank. Karena menggunakan data sitasi dari jurnal yang terindeks Scopus, SJR sering digunakan bersama informasi Scopus ketika menilai posisi sebuah jurnal.

Secara sederhana:

Scopus = database pengindeksan
SJR = indikator prestise jurnal

Jadi, pertanyaan “SJR adalah Scopus?” kurang tepat. SJR bukan Scopus, tetapi indikator SJR menggunakan data yang berasal dari ekosistem publikasi Scopus.

SJR Tertinggi Berapa?

Tidak ada satu angka maksimum SJR yang berlaku untuk semua jurnal dan semua bidang.

Nilai SJR merupakan skor numerik yang memungkinkan jurnal dibandingkan berdasarkan prestise sitasinya. Nilainya dapat sangat berbeda antardisiplin karena karakteristik publikasi dan pola sitasi setiap bidang tidak sama.

Jauh lebih informatif melihat:

SJR + quartile + subject area + posisi jurnal dalam bidangnya.

Jurnal dengan SJR lebih kecil dalam satu bidang belum tentu “lebih buruk” daripada jurnal dengan angka SJR lebih besar di bidang lain. Perbandingan sebaiknya dilakukan dalam kategori ilmu yang sama.

Apakah Scopus Q1 adalah yang Tertinggi?

Ya, dalam sistem quartile, Q1 merupakan kelompok tertinggi.

Scopus mengelompokkan jurnal berdasarkan posisi relatifnya dalam subject area. Q1 mencakup jurnal pada 25% posisi teratas, sedangkan Q2 berada pada 25% berikutnya, kemudian Q3 dan Q4.

Urutannya adalah:

Q1 → Q2 → Q3 → Q4

Namun, Q1 bukan berarti memiliki “angka SJR terbesar secara global”. Q1 menunjukkan bahwa jurnal tersebut berada pada kelompok teratas dalam kategori atau bidang tertentu.

Satu jurnal juga dapat memiliki quartile berbeda pada subject area yang berbeda.

Apa Itu Q1, Q2, Q3, dan Q4 dalam Jurnal?

Quartile membagi jurnal berdasarkan posisi relatifnya dalam suatu bidang.

QuartilePosisiGambaran
Q125% teratasSangat tinggi
Q225% berikutnyaTinggi
Q325% berikutnyaMenengah
Q425% terbawahLebih rendah

Dalam Scopus, klasifikasi quartile dapat didasarkan pada metrik seperti CiteScore dan, dalam konteks tertentu, SJR atau SNIP.

Jadi, ketika seseorang mengatakan “jurnal ini Scopus Q1”, maksudnya jurnal tersebut berada pada kelompok 25% teratas dalam kategori subject area yang digunakan untuk pemeringkatan tersebut.

Apakah Q1 Selalu Lebih Baik daripada Q2?

Dalam konteks peringkat jurnal pada subject area yang sama, Q1 memang berada di atas Q2.

Tetapi memilih jurnal tidak seharusnya hanya berdasarkan quartile. Kesesuaian scope, kualitas artikel, audiens jurnal, reputasi penerbit, proses peer review, serta peluang diterima juga perlu dipertimbangkan.

Elsevier sendiri menyarankan penggunaan lebih dari satu indikator ketika menilai performa jurnal, bukan mengandalkan satu metrik saja.

Berapa Impact Factor Jurnal yang Bagus?

Tidak ada angka Impact Factor yang secara universal dapat disebut “bagus”.

Impact Factor atau Journal Impact Factor (JIF) merupakan metrik dari Clarivate Journal Citation Reports, bukan SJR. Nilai JIF menunjukkan dampak sitasi rata-rata publikasi jurnal dalam konteks perhitungan JIF.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa angka JIF sangat berbeda antarbidang. Jurnal kedokteran, misalnya, dapat memiliki angka JIF yang jauh lebih tinggi dibandingkan jurnal dalam bidang tertentu di ilmu sosial atau humaniora. Karena itu, Clarivate menegaskan bahwa JIF tidak sebaiknya dibandingkan secara langsung antarbidang.

Lebih tepat melihat:

JIF → posisi jurnal dalam bidangnya → JIF Percentile → reputasi dan relevansi jurnal.

Clarivate menyediakan JIF Percentile untuk membantu melihat posisi relatif jurnal dalam kategori bidangnya.

SJR vs Impact Factor, Apa Bedanya?

SJR dan Impact Factor sama-sama merupakan indikator bibliometrik, tetapi berasal dari sistem yang berbeda.

AspekSJRImpact Factor
NamaSCImago Journal RankJournal Impact Factor
Platform utamaSCImagoJournal Citation Reports
Basis dataScopusWeb of Science
FokusPrestise jaringan sitasiDampak sitasi jurnal
QuartileDigunakan dalam sistem SCImago/Scopus tertentuQuartile JCR
Penerbit indikatorSCImago Research GroupClarivate

Karena itu, SJR 2,0 dan Impact Factor 2,0 bukan berarti keduanya memiliki arti yang sama. Kedua metrik tersebut harus dibaca berdasarkan sistem dan bidang masing-masing.

Bagaimana Menilai Jurnal yang Berkualitas?

Ketika memilih jurnal, jangan hanya melihat satu angka.

Gunakan beberapa informasi secara bersamaan:

1. Indexing
Pastikan jurnal benar-benar terindeks pada database yang relevan.

2. Quartile
Periksa apakah jurnal berada pada Q1, Q2, Q3, atau Q4 dalam subject area tertentu.

3. SJR atau CiteScore
Gunakan indikator untuk melihat posisi dan performa relatif jurnal.

4. Reputasi jurnal
Periksa penerbit, editorial board, konsistensi penerbitan, dan kualitas artikel.

5. Scope
Pastikan topik penelitian sesuai dengan fokus jurnal.

Pendekatan multidimensi seperti ini lebih aman daripada memilih jurnal hanya berdasarkan satu angka. Elsevier juga menekankan pentingnya mengombinasikan indikator kuantitatif dengan penilaian kualitatif.

Kesimpulan

SJR adalah indikator yang digunakan untuk melihat prestise jurnal berdasarkan jaringan sitasinya. SJR tidak sama dengan Scopus, karena Scopus merupakan basis data pengindeksan sementara SJR merupakan salah satu indikator bibliometrik yang berkaitan dengan data tersebut.

Dalam sistem quartile SJR ini, Q1 menempati posisi tertinggi, disusul Q2, Q3, dan Q4. Namun, angka SJR atau Impact Factor tidak seharusnya dibandingkan secara mentah antarbidang karena karakteristik sitasi setiap disiplin berbeda.

Bagi peneliti yang sedang menentukan target publikasi, pendekatan yang lebih tepat adalah melihat quartile, SJR atau CiteScore, reputasi jurnal, relevansi scope, dan kualitas editorial secara bersama-sama. Dengan demikian, pemilihan jurnal tidak hanya didasarkan pada angka yang terlihat tinggi, tetapi juga pada kecocokannya dengan penelitian yang akan dipublikasikan.

Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?

Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan jurnal Anda

Scan the code

FAQ

SJR adalah Scopus?

Bukan. SJR adalah indikator SCImago Journal Rank yang menggunakan data sitasi dari publikasi yang berasal dari basis data Scopus.

SJR tertinggi berapa?

Tidak ada satu nilai maksimum universal yang berlaku untuk semua jurnal. Nilai SJR perlu dibandingkan berdasarkan bidang dan subject area.

Apakah Scopus Q1 adalah yang tertinggi?

Ya. Q1 merupakan kelompok 25% jurnal teratas dalam kategori atau subject area tertentu.

Apa perbedaan Q1, Q2, Q3, dan Q4?

Q1 adalah 25% teratas, Q2 kelompok berikutnya, Q3 kelompok berikutnya, dan Q4 kelompok 25% terbawah dalam pemeringkatan subject area terkait.

Berapa Impact Factor jurnal yang bagus?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua bidang. Impact Factor sebaiknya dibandingkan dengan jurnal lain dalam subject category yang sama.

Apakah jurnal Q1 pasti lebih baik untuk penelitian saya?

Tidak selalu. Q1 menunjukkan posisi tinggi dalam pemeringkatan, tetapi jurnal terbaik untuk penelitian tetap harus memiliki scope yang sesuai dan kualitas editorial yang dapat dipercaya.

Referensi

  1. SCImago Research Group. (n.d.). SCImago Journal Rank indicator. SCImago Journal & Country Rank. https://www.scimagojr.com/SCImagoJournalRank.pdf
  2. Elsevier. (2024). SciVal metric: Publications in journal quartiles. Scopus Support Center. https://service.elsevier.com/app/answers/detail/a_id/29508/
  3. Elsevier. (2025). CiteScore journal metric: FAQs. Scopus Support Center. https://service.elsevier.com/app/answers/detail/a_id/30562/
  4. Elsevier. (2025). CiteScore. https://www.elsevier.com/products/scopus/metrics/citescore
  5. Clarivate. (2017). A quick refresher on Journal Citation Reports use cases, branding, and terms of use. https://clarivate.com/academia-government/blog/a-quick-refresher-on-journal-citation-reports-use-cases-branding-and-terms-of-use/
  6. Clarivate. (2022). How to find the right journal for your research using actual data. https://clarivate.com/academia-government/blog/how-to-find-the-right-journal-for-your-research-using-actual-data/
Scroll to Top