Panduan Lengkap Scopus AI: Cara Akses, Fitur Utama & Etika

Mencari literatur untuk penelitian sering kali membutuhkan waktu panjang, ya kan? Peneliti harus membaca banyak abstrak, menemukan penelitian yang relevan, menelusuri referensi, lalu menyusun gambaran mengenai perkembangan suatu topik.

Scopus AI dirancang untuk mempercepat proses tersebut dengan memadukan koleksi literatur terkurasi Scopus dengan teknologi artificial intelligence. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan dengan bahasa natural dan memperoleh rangkuman yang dilengkapi sumber penelitian yang digunakan.

Namun Scopus AI bukan pengganti proses membaca dan menilai literatur tentunya. Lalu untuk apa dong?

Fungsinya lebih tepat sebagai alat bantu untuk menemukan, memetakan, dan mengeksplorasi pengetahuan.

Apa Itu Scopus AI?

Scopus AI adalah fitur berbasis AI dalam ekosistem Scopus yang membantu pengguna mengeksplorasi literatur ilmiah melalui pertanyaan dalam bahasa natural.

Berbeda dari chatbot umum yang dapat menghasilkan jawaban berdasarkan berbagai sumber internet, Scopus AI menggunakan konten yang dikurasi dalam basis data Scopus sebagai dasar pencariannya. Sistem kemudian menghasilkan rangkuman dan menunjukkan referensi yang digunakan.

Teknologi ini juga dirancang untuk mengurangi risiko hallucination. Jika bukti yang ditemukan tidak mencukupi, sistem dapat menyatakan keterbatasan tersebut dan menyarankan pencarian alternatif.

Apakah Scopus AI Gratis? Begini Cara Mengaksesnya

Scopus AI bukan layanan yang secara umum tersedia sebagai mesin pencari publik gratis. Akses bergantung pada lisensi atau akses institusi terhadap Scopus.

Cara paling praktis adalah memeriksa apakah universitas memiliki langganan Scopus. Jika tersedia, pengguna biasanya dapat mengakses fitur yang disediakan melalui akun atau jaringan institusi.

Tampilan Scopus AI

Sebelum menggunakan Scopus AI, pastikan Anda sudah masuk ke lingkungan Scopus yang memiliki akses terhadap fitur tersebut. Ketersediaan fitur dapat bergantung pada konfigurasi akses dan kebijakan institusi.

4 Fitur Unggulan Scopus AI untuk Mengakselerasi Riset Anda

1. Topic Summary dan Expanded Summary

Scopus AI dapat membuat ringkasan topik berdasarkan literatur yang relevan. Tersedia ringkasan awal dan Expanded Summary untuk penjelasan yang lebih mendalam. Respons juga disertai sumber yang digunakan sehingga peneliti dapat menelusuri publikasi aslinya.

Fitur ini berguna pada tahap awal ketika peneliti ingin memahami suatu topik tanpa langsung membaca puluhan artikel satu per satu.

2. Concept Map

Concept Map memberikan gambaran visual mengenai hubungan antarkonsep dalam suatu topik. Sistem menggunakan kata kunci dari abstrak penelitian untuk membangun peta hubungan tersebut.

Bagi mahasiswa yang baru masuk ke suatu bidang penelitian, fitur ini dapat membantu melihat struktur topik dengan lebih cepat.

3. Foundational Documents

Scopus AI dapat menampilkan Foundational Documents, yaitu publikasi penting yang banyak menjadi dasar bagi penelitian yang ditemukan dalam suatu topik. Fitur ini membantu peneliti menemukan literatur fundamental yang layak ditelusuri lebih lanjut.

Pencarian tidak berhenti pada artikel terbaru, tetapi juga dapat diarahkan ke penelitian yang membentuk perkembangan suatu bidang.

4. Emerging Themes dan Go Deeper

Emerging Themes membantu mengidentifikasi tema yang sudah mapan, sedang berkembang, atau mulai muncul dalam suatu topik. Sistem juga dapat memberikan ringkasan, referensi, dan gagasan hipotesis untuk eksplorasi lebih lanjut.

Fitur Go Deeper memberikan pertanyaan lanjutan yang dapat digunakan untuk memperluas eksplorasi topik.

Cara Menggunakan Scopus AI untuk Menemukan Research Gap

Salah satu penggunaan paling menarik dari Scopus AI adalah membantu peneliti melakukan eksplorasi awal untuk menemukan kemungkinan research gap.

Mulailah dengan pertanyaan yang spesifik, misalnya:

“What are the emerging research themes in AI adoption in higher education?”

Setelah mendapatkan rangkuman, perhatikan beberapa hal:

  1. Pertama, lihat tema yang sudah banyak diteliti.
  2. Kedua, identifikasi emerging themes dan bidang yang masih berkembang.
  3. Ketiga, periksa Foundational Documents untuk memahami teori dan penelitian yang menjadi dasar.
  4. Keempat, gunakan Concept Map untuk melihat konsep yang sering muncul dan hubungan antarbidang.
  5. Kelima, buka artikel asli yang menjadi sumber rangkuman.

Dari sini peneliti dapat membandingkan penelitian terdahulu untuk menemukan kemungkinan gap, misalnya gap konteks, populasi, metode, teori, periode penelitian, atau hasil yang belum konsisten.

Penting dicatat bahwa Scopus AI tidak otomatis menentukan research gap yang valid. Peneliti tetap harus membaca artikel asli dan melakukan sintesis literatur. Scopus AI berfungsi sebagai alat eksplorasi dan akselerasi, bukan pengganti critical reading.

Etika Akademik: Bolehkah Menggunakan Scopus AI untuk Menulis Jurnal?

Boleh digunakan sebagai alat bantu, tetapi penggunaannya harus mengikuti kebijakan jurnal, institusi, dan penerbit yang dituju.

Elsevier menyatakan bahwa AI generatif dapat digunakan sebagai alat pendukung, tetapi penulis tetap bertanggung jawab penuh terhadap akurasi, integritas, dan isi artikel. Penggunaan AI untuk penyiapan manuskrip juga perlu diungkapkan sesuai kebijakan yang berlaku.

Dalam konteks Scopus AI, Elsevier juga menjelaskan bahwa rangkuman Scopus AI sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sumber yang dikutip. Peneliti disarankan mengutip artikel ilmiah asli yang digunakan dalam rangkuman tersebut.

Karena itu, penggunaan yang lebih aman adalah:

Scopus AI → menemukan artikel → membaca artikel asli → menganalisis → menyusun argumentasi sendiri. ✅

Bukan:

Scopus AI → menyalin rangkuman → memasukkannya langsung ke jurnal. ❌

Jika AI digunakan untuk membantu penulisan atau menghasilkan perubahan substantif pada naskah, periksa kebijakan jurnal tujuan dan sertakan disclosure apabila diwajibkan. Elsevier saat ini meminta penggunaan AI untuk penyiapan manuskrip diungkapkan secara transparan.

Kesimpulan

Scopus AI merupakan alat bantu penelitian yang menggabungkan literatur terkurasi Scopus dengan teknologi AI untuk mempercepat eksplorasi pengetahuan. Fitur seperti Topic Summary, Concept Map, Foundational Documents, Emerging Themes, dan Go Deeper dapat membantu peneliti memahami topik dan menemukan arah penelitian baru.

Namun teknologi ini sebaiknya digunakan sebagai research assistant, bukan sebagai pengganti peneliti. Validasi terhadap artikel asli, kemampuan membaca kritis, sintesis literatur, dan kontribusi intelektual tetap berada pada peneliti.

Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?

Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan jurnal Anda

Scan the code

FAQ

Apakah Scopus AI gratis?

Tidak dapat diasumsikan gratis untuk semua pengguna. Akses umumnya terkait dengan akses Scopus melalui lisensi atau institusi.

Apakah Scopus AI bisa mencari research gap?

Scopus AI dapat membantu mengeksplorasi tema, hubungan konsep, dan penelitian yang sedang berkembang. Namun, penetapan research gap tetap membutuhkan analisis dan penilaian peneliti.

Apakah hasil Scopus AI boleh langsung dimasukkan ke jurnal?

Sebaiknya tidak. Gunakan rangkuman sebagai titik awal, kemudian periksa dan kutip artikel ilmiah asli yang menjadi sumbernya.

Apakah penggunaan Scopus AI harus dicantumkan dalam artikel?

Tergantung pada fungsi penggunaannya dan kebijakan jurnal. Untuk penggunaan AI yang substantif dalam penyiapan manuskrip, Elsevier mensyaratkan disclosure sesuai kebijakan publikasinya.

Apakah Scopus AI bisa menggantikan literature review?

Tidak. Scopus AI dapat mempercepat pencarian dan eksplorasi, tetapi literature review tetap membutuhkan pembacaan, evaluasi kualitas sumber, perbandingan temuan, dan sintesis argumentasi oleh peneliti.

Referensi

  1. Elsevier. (2026). Generative AI policies for journals. https://www.elsevier.com/en-in/about/policies-and-standards/generative-ai-policies-for-journals
  2. Elsevier. (2026). Scopus with AI: Think bigger. Move faster. Act with confidence. https://www.elsevier.com/products/scopus/scopus-ai
  3. Elsevier. (2026). The use of AI and AI-assisted technologies in writing for Elsevier. https://www.elsevier.com/en-gb/about/policies-and-standards/the-use-of-generative-ai-and-ai-assisted-technologies-in-writing-for-elsevier
  4. Elsevier Researcher Academy. (2024). Scopus AI quick reference guide. https://researcheracademy.elsevier.com/uploads/2024-08/Scopus%20AI%20Quick%20Reference%20Guide.pdf
Scroll to Top