Contoh Penelitian Mixed Method dan Cara Menyusunnya

Penelitian mixed methods menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memahami suatu masalah secara lebih menyeluruh. Pendekatan ini bukan sekadar mengumpulkan data melalui kuesioner dan wawancara, melainkan mengintegrasikan keduanya untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Contoh penelitian mixed methods yang baik harus menunjukkan fungsi setiap pendekatan, urutan pengumpulan data, teknik analisis, dan cara menggabungkan temuan.

Contoh Penelitian Mixed Method

Misalnya, peneliti ingin mengkaji kepuasan mahasiswa terhadap platform pembelajaran daring. Survei dapat mengukur tingkat kepuasan dan mengidentifikasi aspek yang paling berkaitan dengan kepuasan mahasiswa. Wawancara kemudian digunakan untuk memahami pengalaman mahasiswa yang memiliki tingkat kepuasan berbeda.

Dalam contoh ini, survei menghasilkan gambaran kuantitatif, sedangkan wawancara menjelaskan konteks di balik temuan tersebut. Hasil keduanya diintegrasikan untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih utuh.

10 Contoh Penelitian Mixed Methods

No.Judul penelitian dan bidangMetode yang digunakan
1Clinicians’ Perceptions of a Telemedicine System: A Mixed Method Study of Makassar City, Indonesia — Kesehatan digitalKuesioner kepada 100 tenaga kesehatan dan wawancara terhadap 15 tenaga kesehatan untuk memahami kepuasan serta hambatan penggunaan telemedicine. Springer Nature Link
2Quality of Antenatal Care and Maternal Mortality: A Mixed-Methods Study in Purwakarta District, Indonesia — Kesehatan ibuDesain explanatory sequential: analisis kuantitatif terhadap 90 peserta dilanjutkan wawancara mendalam kepada 13 informan. Springer Nature Link
3Evaluating a Prototype Digital Mental Health Literacy Intervention for Children and Young People Aged 11–15 in Java, Indonesia — Pendidikan dan kesehatan mentalPenilaian sebelum dan sesudah intervensi, dilengkapi wawancara dan diskusi kelompok dengan anak, orang tua, serta fasilitator. Springer Nature Link
4Digital Maturity Index Instrument Development for Primary Health Care in Indonesia: A Sequential Exploratory Mixed-Methods Approach — Transformasi digital kesehatanDesain exploratory sequential: diskusi kelompok terarah dengan 41 tenaga kesehatan, dilanjutkan pengembangan instrumen dan pengujian kuantitatif terhadap 30 responden. Springer Nature Link
5Sustainable Innovation in Craft-Based SMEs: A Mixed-Method Study of Indonesian Batik Communities — Inovasi dan UMKMDesain konvergen yang menggabungkan 22 wawancara dari sembilan UMKM batik dengan analisis ISM dan MICMAC berdasarkan masukan sepuluh ahli. Springer Nature Link
6Stakeholder Involvement to Foster Sustainable Business Practices in Indonesian MSMEs — Manajemen dan keberlanjutan bisnisPendekatan explanatory mixed methods, menggunakan survei UMKM di Jawa Barat dan wawancara pemangku kepentingan untuk memperdalam temuan kuantitatif. Springer Nature Link
7The Role of Micro Waqf Bank in Women’s Micro-Business Empowerment through Islamic Social Finance: Mixed-Method Evidence from Mawaridussalam Indonesia — Ekonomi IslamDesain eksplanatori untuk mengkaji pembiayaan, sistem tanggung renteng, dan pendampingan usaha melalui analisis kuantitatif terhadap 200 pengusaha mikro perempuan serta kajian kualitatif. mdpi.com+1
8Student Perspectives on Interdisciplinary Learning in Public Health Education: Insights from a Mixed-Methods Study — Pendidikan tinggiDesain konvergen yang menggabungkan survei terhadap 52 mahasiswa dan wawancara mendalam terhadap 11 mahasiswa. PMC
9Exploring Factors Affecting Millennial Tourists’ eWOM Behavior: A Lens of BRT Theory — Pariwisata dan perilaku konsumenWawancara terhadap 25 wisatawan digunakan untuk mengidentifikasi alasan mendukung atau menghambat electronic word-of-mouth, kemudian survei terhadap 572 wisatawan digunakan untuk menguji model teoritis. mdpi.com
10Integrating Interviews, Surveys and Secondary Learning Management System Analytics in Australia and China: A Three-Strand Mixed-Methods Study in Vocational Education — Pendidikan vokasi dan teknologiDesain konvergen tiga komponen yang menggabungkan wawancara, survei, dan data aktivitas dari learning management system (LMS). Springer Nature Link

URL Akses Artikel

Klik judul artikel untuk membuka naskah lengkap atau halaman penerbitnya.

  1. Telemedicine di Makassar, Indonesia
  2. Kualitas pelayanan antenatal dan kematian ibu di Purwakarta
  3. Literasi kesehatan mental digital pada anak dan remaja di Jawa
  4. Pengembangan instrumen indeks kematangan digital layanan kesehatan primer
  5. Inovasi berkelanjutan pada UMKM batik Indonesia
  6. Keterlibatan pemangku kepentingan dalam keberlanjutan UMKM Indonesia
  7. Peran Bank Wakaf Mikro dalam pemberdayaan usaha mikro perempuan
  8. Perspektif mahasiswa tentang pembelajaran interdisipliner kesehatan masyarakat
  9. Faktor yang memengaruhi perilaku eWOM wisatawan milenial
  10. Integrasi wawancara, survei, dan analitik LMS pada pendidikan vokasi

Jenis Desain Mixed Method

Tiga desain berikut sering digunakan sesuai tujuan penelitian.

1. Explanatory Sequential Design

Desain ini dimulai dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif untuk menjelaskan hasil sebelumnya.

Urutan: QUAN → qual

Contohnya, survei menemukan bahwa sebagian mahasiswa tidak puas terhadap platform pembelajaran. Peneliti kemudian mewawancarai mahasiswa untuk mengetahui penyebabnya, seperti kendala teknis, kualitas materi, atau interaksi dengan dosen.

2. Exploratory Sequential Design

Desain ini dimulai dengan penelitian kualitatif, lalu dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif. Tahap pertama membantu peneliti mengidentifikasi konsep atau menyusun instrumen yang akan diuji pada tahap berikutnya.

Urutan: QUAL → quan

Contohnya, peneliti mewawancarai pelaku UMKM untuk memahami faktor yang memengaruhi adopsi pembayaran digital. Temuan wawancara kemudian digunakan untuk mengembangkan kuesioner yang diuji kepada lebih banyak pelaku UMKM.

3. Convergent Design

Desain ini mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif serta kualitatif dalam periode yang relatif bersamaan. Kedua hasil kemudian dibandingkan dan diintegrasikan.

Contohnya, peneliti menyebarkan survei kepuasan pelanggan sekaligus melakukan wawancara untuk memahami pengalaman pelanggan. Hasilnya digunakan untuk melihat temuan yang saling mendukung, melengkapi, atau berbeda.

Cara Menyusun Penelitian Mixed Method

Berikut langkah praktis untuk merancang penelitian mixed methods.

  1. Tentukan masalah penelitian. Pastikan masalah membutuhkan pengukuran sekaligus penjelasan, eksplorasi, atau perbandingan perspektif.
  2. Rumuskan pertanyaan penelitian. Susun pertanyaan kuantitatif dan kualitatif, serta pertanyaan integratif jika diperlukan.
  3. Pilih desain yang sesuai. Tentukan apakah penelitian menggunakan explanatory sequential, exploratory sequential, atau convergent design.
  4. Tentukan sampel atau partisipan. Jelaskan cara memilih responden kuantitatif dan partisipan kualitatif beserta alasannya.
  5. Analisis setiap jenis data. Gunakan teknik statistik yang sesuai untuk data kuantitatif dan prosedur analisis kualitatif yang dapat dipertanggungjawabkan.
  6. Integrasikan hasil. Hubungkan temuan melalui pemilihan partisipan, pengembangan instrumen, perbandingan hasil, atau strategi integrasi lain yang sesuai dengan desain.
  7. Tarik kesimpulan gabungan. Jelaskan apa yang dapat dipahami dari kedua pendekatan yang tidak cukup dijelaskan oleh masing-masing pendekatan secara terpisah.

Cara Mengintegrasikan Hasil Penelitian

Integrasi merupakan bagian penting dalam penelitian mixed methods. Jika hasil kuantitatif dan kualitatif hanya disajikan dalam subbagian terpisah tanpa hubungan yang jelas, kontribusi pendekatan gabungan menjadi kurang terlihat.

Salah satu cara yang dapat digunakan adalah joint display, yaitu tabel yang mempertemukan hasil kuantitatif dan kualitatif.

Contoh sederhana:

Temuan kuantitatifTemuan kualitatifInterpretasi gabungan
Kepuasan mahasiswa terhadap respons dosen rendahMahasiswa mengeluhkan lambatnya respons terhadap pertanyaanKeterlambatan respons dapat membantu menjelaskan rendahnya kepuasan
Kemudahan penggunaan memperoleh penilaian tinggiMahasiswa menyebut navigasi platform mudah dipahamiKedua temuan mendukung interpretasi bahwa kemudahan penggunaan merupakan aspek positif

Interpretasi tersebut tetap perlu didukung bukti yang memadai. Peneliti juga harus menjelaskan apabila kedua jenis data menghasilkan temuan yang berbeda, bukan memaksakan kesimpulan agar terlihat sejalan.

Apa yang Harus Ditulis dalam Bab III?

Bagian metode penelitian mixed methods sekurang-kurangnya perlu menjelaskan:

  1. Pendekatan dan desain penelitian beserta alasannya.
  2. Urutan dan prioritas fase kuantitatif serta kualitatif.
  3. Populasi, sampel, partisipan, dan teknik pemilihannya.
  4. Instrumen, sumber data, dan teknik pengumpulan data.
  5. Teknik analisis untuk setiap jenis data.
  6. Tahap integrasi dan cara menarik kesimpulan gabungan.

Penjelasan tersebut harus konsisten dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Jika fase kualitatif digunakan untuk menjelaskan hasil survei, misalnya, peneliti perlu menerangkan bagaimana hasil survei menentukan pemilihan partisipan atau fokus wawancara.

Penutup

Penelitian mixed methods yang kuat dimulai dari alasan yang jelas mengapa dua pendekatan diperlukan. Peneliti perlu menentukan desain, mengatur hubungan antarfase, menganalisis setiap jenis data, dan mengintegrasikan temuannya secara logis.

Dengan perencanaan tersebut, mixed methods dapat menghasilkan pemahaman yang lebih kaya dan relevan terhadap masalah penelitian, tanpa mengorbankan ketelitian metodologis.

GoAcademica membantu mahasiswa, peneliti, dan akademisi memahami desain penelitian, pengolahan data, serta penulisan artikel ilmiah secara lebih terarah.

Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?

Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan publikasi jurnal Pengabdian Anda

Scan the code

Referensi

  1. Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.
  2. Fetters, M. D., Curry, L. A., & Creswell, J. W. (2013). Achieving integration in mixed methods designs—Principles and practices. Health Services Research, 48(6 Pt 2), 2134–2156. https://doi.org/10.1111/1475-6773.12117
Scroll to Top