Populasi penelitian adalah keseluruhan unit yang menjadi sasaran penelitian dan menjadi dasar bagi peneliti untuk menarik kesimpulan atau melakukan inferensi. Unit tersebut tidak selalu berupa manusia. Populasi dapat terdiri atas mahasiswa, pasien, pelanggan, perusahaan, rumah tangga, transaksi, dokumen, artikel ilmiah, hingga organisasi, tergantung pertanyaan penelitian.
Karena populasi menjadi dasar penarikan kesimpulan, definisinya harus dibuat secara operasional. Peneliti perlu menjelaskan siapa atau apa yang termasuk dalam populasi, karakteristiknya, lokasi, serta periode pengamatan. Semakin jelas definisi tersebut, semakin mudah menentukan sampel dan membatasi generalisasi hasil penelitian.
Apa Itu Populasi Penelitian?
Secara metodologis, populasi dapat dipahami sebagai keseluruhan unit yang ingin dipelajari karakteristiknya.
Contohnya:
“Seluruh mahasiswa aktif Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas X pada tahun akademik 2026/2027.”
Definisi tersebut lebih kuat daripada hanya menuliskan “mahasiswa Universitas X” karena sudah menjelaskan unit, status, jenjang, institusi, fakultas, dan periode.
Dalam penelitian survei, populasi menjadi kelompok yang ingin dijelaskan melalui data yang dikumpulkan dari sampel. Proses menggunakan informasi dari sampel untuk membuat pernyataan mengenai populasi disebut generalisasi atau statistical inference.
Populasi, Sampel, dan Unit Analisis
Ketiga istilah ini saling berkaitan, tetapi tidak identik.
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan unit yang masuk dalam ruang lingkup penelitian.
Contoh:
Seluruh pelanggan aktif layanan internet perusahaan X di Kota Bandung selama Januari–Desember 2026.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian unit dari populasi yang benar-benar dipilih untuk menyediakan data.
Misalnya dari 8.000 pelanggan aktif, peneliti memilih 250 pelanggan sebagai sampel.
3. Unit Analisis
Unit analisis adalah entitas yang menjadi fokus analisis atau yang karakteristiknya dibandingkan, dijelaskan, atau dimodelkan.
Unit analisis dapat berupa:
- Individu.
- Rumah tangga.
- Perusahaan.
- Sekolah.
- Rumah sakit.
- Dokumen.
- Transaksi.
- Artikel ilmiah.
Perbedaan ini penting karena unit analisis tidak selalu sama dengan bentuk data yang dikumpulkan. Penelitian tentang kinerja perusahaan, misalnya, dapat menggunakan laporan keuangan sebagai sumber data, tetapi unit analisisnya tetap perusahaan.
Target Population dan Accessible Population
Salah satu bagian penting dalam definisi populasi adalah membedakan target population dan accessible population.
1. Target Population
Target population adalah kelompok yang menjadi sasaran utama generalisasi atau kesimpulan penelitian.
Contohnya:
Seluruh dosen perguruan tinggi swasta di Jawa Barat yang aktif mengajar pada tahun akademik 2026/2027.
Peneliti ingin menggunakan hasil penelitian untuk memahami kelompok tersebut.
2. Accessible Population
Accessible population adalah bagian dari target population yang secara nyata dapat dijangkau oleh peneliti untuk pengambilan data.
Misalnya target population adalah seluruh dosen perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, tetapi peneliti hanya memperoleh akses data dari perguruan tinggi swasta di Bandung Raya. Kelompok yang dapat dijangkau tersebut menjadi accessible population.
Perbedaan antara keduanya penting karena keterbatasan akses dapat membatasi ruang generalisasi penelitian. Peneliti tidak seharusnya secara otomatis menggeneralisasi hasil dari accessible population ke kelompok yang jauh lebih luas tanpa dasar desain yang memadai.
Sampling Frame dan Hubungannya dengan Populasi
Sampling frame adalah daftar atau sumber yang digunakan untuk mengidentifikasi unit yang dapat dipilih menjadi sampel. Contohnya dapat berupa daftar mahasiswa, database pelanggan, daftar perusahaan, register pasien, atau sumber administratif lainnya. PAPP
Hubungannya dapat digambarkan sederhana:
Target population → Accessible/Study Population → Sampling Frame → Sample
Idealnya, sampling frame mencakup seluruh unit yang memenuhi kriteria populasi. Dalam praktiknya, frame dapat mengalami undercoverage, yaitu sebagian anggota populasi tidak tercantum, atau overcoverage, yaitu terdapat unit yang sebenarnya tidak termasuk populasi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas inferensi.
Karena itu, mencantumkan “populasi = 500 orang” belum cukup. Peneliti perlu menjelaskan dari mana angka tersebut diperoleh dan bagaimana populasi tersebut diidentifikasi.
Jenis Populasi Penelitian
Populasi dapat dibedakan berdasarkan beberapa dimensi.
1. Populasi Terbatas atau Finite Population
Finite population memiliki jumlah unit yang dapat dihitung atau secara konseptual dibatasi.
Contoh:
2.450 mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi Universitas X tahun akademik 2026/2027.
Jumlahnya dapat ditentukan dari database akademik.
2. Populasi Sangat Besar atau Praktis Tidak Terbatas
Dalam kondisi tertentu, populasi terlalu besar atau proses pembentukannya berlangsung terus-menerus sehingga secara praktis tidak tersedia daftar lengkap seluruh unit.
Contohnya dapat berupa transaksi pelanggan yang terus bertambah atau kejadian tertentu yang diamati sepanjang waktu.
Istilah “infinite population” perlu digunakan dengan hati-hati. Dalam banyak penelitian, persoalannya bukan benar-benar jumlah unit tak terhingga, melainkan populasi yang sangat besar atau tidak mungkin didaftarkan secara lengkap.
3. Populasi Homogen
Populasi relatif memiliki karakteristik yang serupa terhadap variabel yang diteliti.
Misalnya penelitian hanya melibatkan mahasiswa semester pertama pada program studi dan tahun masuk yang sama.
4. Populasi Heterogen
Populasi memiliki variasi karakteristik yang relevan dengan penelitian.
Misalnya seluruh mahasiswa sebuah universitas yang terdiri atas berbagai fakultas, jenjang, semester, dan latar belakang.
Pada populasi heterogen, struktur populasi perlu diperhatikan karena teknik sampling yang digunakan dapat memengaruhi keterwakilan kelompok-kelompok tertentu.
Cara Menentukan Populasi Penelitian
Penentuan populasi sebaiknya dimulai dari pertanyaan penelitian, bukan dari angka sampel yang tersedia.
1. Tentukan unit yang ingin dipelajari
Tanyakan:
Siapa atau apa yang sebenarnya menjadi objek inferensi penelitian?
Apakah individu, perusahaan, rumah tangga, transaksi, organisasi, atau dokumen?
2. Tetapkan karakteristik populasi
Tentukan kriteria yang membuat sebuah unit termasuk dalam populasi.
Contohnya:
Mahasiswa aktif program sarjana yang telah menempuh minimal dua semester.
3. Tetapkan lokasi atau cakupan geografis
Misalnya:
Perguruan tinggi swasta di Kota Bandung.
Batas geografis membantu mencegah definisi populasi menjadi terlalu luas.
4. Tetapkan periode
Periode menjadi sangat penting ketika karakteristik populasi dapat berubah dari waktu ke waktu.
Contoh:
Pelanggan aktif selama Januari–Desember 2026.
5. Tetapkan inclusion dan exclusion criteria
Inclusion criteria menentukan siapa yang memenuhi syarat untuk masuk populasi, sedangkan exclusion criteria menentukan kondisi yang membuat unit dikeluarkan.
Pendekatan ini membuat definisi populasi lebih dapat direplikasi dan diverifikasi.
6. Identifikasi sumber populasi
Peneliti perlu mengetahui sumber untuk mengidentifikasi anggota populasi, misalnya database institusi, registrasi administratif, daftar anggota, atau arsip tertentu.
Contoh Penulisan Populasi dalam Bab Metode
Contoh yang masih terlalu umum:
Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa perguruan tinggi.
Masalahnya adalah siapa yang dimaksud mahasiswa, perguruan tinggi yang mana, wilayahnya di mana, dan periode kapan tidak dijelaskan.
Versi yang lebih operasional:
Populasi penelitian terdiri atas seluruh mahasiswa aktif program sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas X yang terdaftar pada tahun akademik 2026/2027.
Apabila penelitian memiliki kriteria khusus:
Populasi penelitian terdiri atas seluruh mahasiswa aktif program sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas X pada tahun akademik 2026/2027 yang telah menempuh minimal dua semester dan pernah menggunakan sistem layanan akademik digital universitas.
Definisi kedua lebih mudah diterjemahkan menjadi sampling frame dan kriteria pemilihan sampel.
Contoh Populasi Berdasarkan Bidang Penelitian
1. Penelitian Pendidikan
Seluruh guru SMA negeri di Kabupaten Bandung yang aktif mengajar pada tahun ajaran 2026/2027.
2. Penelitian Ekonomi
Seluruh UMKM sektor kuliner yang terdaftar pada database Dinas terkait di Kota Bandung selama tahun 2026.
3. Penelitian Kesehatan
Seluruh pasien rawat jalan peserta BPJS yang menerima layanan farmasi di rumah sakit X selama periode Januari–Juni 2026.
4. Penelitian Manajemen
Seluruh karyawan tetap perusahaan X yang telah bekerja minimal satu tahun pada saat pengumpulan data.
5. Penelitian Bibliometrik
Populasi tidak harus berupa manusia. Peneliti dapat menetapkan:
Seluruh artikel mengenai Islamic digital banking yang terindeks Scopus pada periode 2016–2025.
Dalam kasus tersebut, unit analisisnya adalah artikel ilmiah.
Populasi dalam Penelitian Kualitatif
Istilah populasi lebih dominan dalam penelitian kuantitatif, terutama penelitian survei yang bertujuan melakukan inferensi terhadap kelompok tertentu. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sering lebih menekankan partisipan, kasus, setting, atau fenomena yang dipilih berdasarkan tujuan penelitian.
Karena itu, definisi populasi dalam penelitian kualitatif tidak harus dipaksakan mengikuti logika survei kuantitatif. Fokusnya dapat berada pada pemilihan kasus atau partisipan yang paling relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Literatur metodologis juga menunjukkan bahwa konsep target dan accessible population dapat digunakan dalam penelitian kualitatif, terutama ketika peneliti berhadapan dengan populasi atau konteks yang luas.
Populasi dan Generalisasi Hasil Penelitian
Hubungan populasi dengan generalisasi merupakan salah satu aspek paling penting dalam metodologi penelitian.
Misalnya penelitian dilakukan terhadap 300 mahasiswa dari satu universitas. Hasil penelitian dapat menjelaskan sampel tersebut, tetapi tidak otomatis dapat digunakan untuk menyimpulkan kondisi seluruh mahasiswa di Indonesia.
Untuk generalisasi yang lebih kuat, peneliti harus memperhatikan:
- Definisi target population.
- Cara sampel dipilih.
- Kesesuaian sampling frame.
- Karakteristik sampel.
- Nonresponse atau unit yang tidak memberikan data.
- Kesamaan konteks antara sampel dan populasi.
Probability sampling memberikan dasar inferensi yang berbeda dari non-probability sampling karena peluang pemilihan unit dapat diketahui atau dikendalikan secara probabilistik. Namun, generalisasi tetap bergantung pada desain dan kualitas pelaksanaan sampling, bukan hanya pada nama teknik yang digunakan.
Parameter Populasi dan Statistik Sampel
Dalam statistik, karakteristik populasi dan karakteristik sampel memiliki istilah yang berbeda.
Parameter adalah ukuran yang menggambarkan populasi, sedangkan statistik adalah ukuran yang dihitung dari sampel.
Contohnya:
Rata-rata pendapatan seluruh anggota populasi = parameter.
Rata-rata pendapatan 400 responden yang dipilih sebagai sampel = statistik.
Tujuan inferensi statistik adalah menggunakan statistik sampel untuk memperoleh informasi mengenai parameter populasi dengan tingkat ketidakpastian tertentu.
Konsep ini menjelaskan mengapa definisi populasi harus dilakukan sebelum menentukan sampel. Tanpa mengetahui populasi yang menjadi sasaran, tidak jelas sebenarnya terhadap kelompok mana hasil statistik tersebut akan diinferensikan.
Hubungan Populasi dengan Sampel
Urutannya bukan:
Tentukan jumlah sampel → cari siapa saja yang bisa mengisi kuesioner → sebut mereka sebagai populasi.
Urutan yang lebih logis adalah:
Rumusan masalah → target population → accessible population → sampling frame → teknik sampling → ukuran sampel → pengumpulan data → analisis → generalisasi.
Inilah alasan mengapa jumlah responden yang besar tidak otomatis membuat penelitian mampu digeneralisasi secara luas. Sampel yang besar tetap dapat menghasilkan bias apabila sumber sampelnya tidak sesuai dengan populasi yang menjadi sasaran.
Checklist Populasi Penelitian
Sebelum Bab III ditulis, pastikan:
- Populasi dapat dijelaskan dalam satu kalimat yang operasional.
- Unit analisis sudah jelas.
- Karakteristik anggota populasi sudah ditentukan.
- Lokasi dan periode sudah dicantumkan.
- Target population dan accessible population sudah dibedakan bila diperlukan.
- Sumber sampling frame dapat dijelaskan.
- Sampel benar-benar berasal dari populasi yang telah didefinisikan.
- Teknik analisis sesuai dengan desain penelitian.
- Klaim generalisasi tidak melebihi cakupan populasi.
Kesimpulan
Populasi penelitian bukan sekadar angka jumlah responden atau kelompok yang disebut secara umum. Populasi merupakan batas konseptual dan operasional mengenai siapa atau apa yang menjadi sasaran penelitian.
Definisi populasi yang baik setidaknya menjelaskan unit, karakteristik, lokasi, dan periode. Untuk penelitian berbasis survei, peneliti juga perlu memahami perbedaan target population, accessible population, study population, dan sampling frame. Perbedaan tersebut menentukan dari mana sampel dapat diambil dan seberapa jauh hasil penelitian dapat digeneralisasi.
Semakin jelas populasi didefinisikan, semakin jelas pula siapa yang dapat menjadi sampel dan kepada siapa hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.
GoAcademica membantu mahasiswa, peneliti, dan akademisi memahami metodologi penelitian, penyusunan desain penelitian, sampling, pengolahan data, serta penulisan artikel ilmiah secara lebih terarah.
Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?
Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan publikasi jurnal Anda
FAQ
Apa yang dimaksud dengan populasi penelitian?
Populasi penelitian adalah keseluruhan unit yang menjadi sasaran penelitian dan menjadi dasar bagi peneliti untuk menarik kesimpulan atau melakukan inferensi.
Apakah populasi penelitian harus berupa manusia?
Tidak. Populasi dapat berupa individu, rumah tangga, perusahaan, organisasi, transaksi, dokumen, artikel ilmiah, atau unit lain yang sesuai dengan pertanyaan penelitian.
Apa perbedaan populasi dan sampel?
Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel merupakan sebagian unit yang dipilih untuk menyediakan data penelitian.
Apa perbedaan target population dan accessible population?
Target population adalah kelompok yang menjadi sasaran generalisasi, sedangkan accessible population adalah bagian dari kelompok tersebut yang secara nyata dapat dijangkau untuk pengumpulan data.
Apa itu sampling frame?
Sampling frame adalah daftar atau sumber yang digunakan untuk mengidentifikasi unit yang dapat dipilih menjadi sampel. Kualitas frame perlu diperiksa karena tidak selalu identik dengan target population. PAPP
Apakah jumlah populasi menentukan jumlah sampel?
Tidak secara sederhana. Ukuran sampel juga dipengaruhi tujuan penelitian, desain, teknik sampling, tingkat ketidakpastian yang dapat diterima, dan analisis yang direncanakan.
Apakah sampel dari satu kampus dapat mewakili mahasiswa Indonesia?
Tidak otomatis. Generalisasi harus didukung oleh definisi populasi dan desain sampling yang sesuai. Sampel dari satu institusi tidak dengan sendirinya menjadi representasi seluruh mahasiswa Indonesia.
Bagaimana cara menulis populasi dalam skripsi?
Tuliskan secara operasional dengan menjelaskan unit, karakteristik, lokasi, dan periode. Setelah itu, pastikan teknik sampling dan sampel benar-benar mengacu pada populasi tersebut.
Referensi
- Asiamah, N., Mensah, H. K., & Oteng-Abayie, E. F. (2017). General, target, and accessible population: Demystifying the concepts for effective sampling. The Qualitative Report, 22(6), 1607–1621. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2017.2674
- National Research Council. (2025). Reference guide on survey research. In Reference Manual on Scientific Evidence. National Academies Press. NCBI
- University of Michigan. (n.d.). Samples and populations. Department of Statistics. Department of Statistics
- International Union for the Scientific Study of Population. (n.d.). Conducting quantitative demographic inquiries: Sampling. PAPP
- Morden, P. (n.d.). Sampling for generalizability. In Quantitative Research Methods for the Applied Human Sciences. Concordia University.
