Index Jurnal: Pengertian, Jenis, Cara Melihat, dan Cara Ceknya

Saat mencari jurnal untuk skripsi, tesis, disertasi, atau publikasi dosen, istilah index jurnal sering muncul. Banyak penulis masih bingung membedakan indeksasi jurnal, database pengindeks, akreditasi SINTA, dan kuartil Q1, Q2, atau Q3.

Memahami perbedaan tersebut penting agar tidak salah memilih jurnal. Artikel ini membahas apa itu index dalam jurnal, jenis indeks jurnal, cara melihat indeksasi, serta cara mengecek jurnal Q1, Q2, dan Q3.

Apa Itu Index dalam Jurnal?

Index dalam jurnal atau indeksasi jurnal adalah proses tercantumnya jurnal atau artikel ilmiah dalam sebuah database atau layanan pengindeks tertentu.

Sederhananya, indeksasi menunjukkan bahwa sebuah jurnal tercatat dan dapat ditemukan pada suatu database ilmiah berdasarkan kriteria dan kebijakan database tersebut.

Contohnya:

  1. Scopus
  2. Web of Science
  3. DOAJ
  4. SINTA
  5. GARUDA
  6. Google Scholar

Setiap database memiliki fungsi dan kriteria yang berbeda. Karena itu, istilah “jurnal terindeks” harus selalu disertai nama pengindeksnya.

Jangan hanya bertanya apakah jurnal sudah terindeks. Tanyakan juga terindeks di mana.

Index Jurnal Apa Saja?

Tidak semua indeks jurnal memiliki tingkat dan fungsi yang sama. Beberapa yang sering digunakan dalam pencarian publikasi adalah sebagai berikut.

1. Scopus

Scopus merupakan database sitasi dan abstrak yang mencakup berbagai sumber ilmiah internasional.

Scopus juga menyediakan berbagai metrik untuk mengevaluasi jurnal, seperti CiteScore, CiteScore Percentile, SJR, dan SNIP.

👉Cek websitenya: Scopus

2. Web of Science

Web of Science merupakan platform indeksasi ilmiah yang juga banyak digunakan untuk menelusuri publikasi internasional.

Salah satu metrik yang dikenal dalam ekosistem Web of Science adalah Journal Impact Factor yang tersedia melalui Journal Citation Reports.

👉Cek websitenya: Web of Science

3. SINTA

SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem informasi penelitian Indonesia yang menyediakan data terkait peneliti, institusi, dan jurnal.

Pada halaman jurnal SINTA, pengguna dapat mencari jurnal berdasarkan peringkat Sinta 1 sampai Sinta 6, status Scopus, GARUDA, dan bidang ilmu.

👉Cek websitenya: SINTA

4. GARUDA

GARUDA atau Garba Rujukan Digital digunakan untuk menelusuri berbagai publikasi ilmiah Indonesia.

GARUDA lebih tepat dipahami sebagai portal penelusuran publikasi, sedangkan SINTA juga menyediakan informasi terkait status dan peringkat jurnal.

👉Cek websitenya: GARUDA

5. DOAJ

DOAJ atau Directory of Open Access Journals merupakan direktori jurnal open access yang memenuhi kriteria tertentu.

Jurnal yang tercantum di DOAJ tidak otomatis berarti jurnal Scopus atau Web of Science. Setiap indeks perlu diperiksa secara terpisah.

👉Cek websitenya: DOAJ

6. Google Scholar

Google Scholar membantu menemukan artikel ilmiah dari berbagai sumber. Karena cakupannya sangat luas, keberadaan sebuah jurnal atau artikel di Google Scholar tidak sama dengan akreditasi atau indeksasi Scopus.

👉Cek websitenya: Google Scholar

Bagaimana Cara Melihat Index Jurnal?

Cara melihat index jurnal tergantung pada indeks yang ingin diperiksa.

1. Tentukan indeks yang dibutuhkan

Misalnya Anda membutuhkan jurnal:

  1. Sinta 2
  2. Scopus
  3. Web of Science
  4. DOAJ

Jangan menganggap satu indeks mewakili semua indeks lainnya.

2. Cari jurnal pada database resminya

Gunakan platform resmi dari indeks yang ingin diperiksa.

Untuk SINTA, gunakan halaman jurnal SINTA. Platform tersebut menyediakan pencarian berdasarkan nama jurnal dan filter seperti Sinta 1 sampai Sinta 6, Scopus, dan GARUDA.

3. Gunakan ISSN untuk memastikan jurnal

Nama jurnal terkadang hampir sama dengan jurnal lain. ISSN atau E-ISSN dapat digunakan sebagai identitas tambahan untuk memastikan jurnal yang diperiksa benar.

4. Periksa status dan detail jurnal

Lihat publisher, bidang ilmu, ISSN, status indeksasi, peringkat, dan informasi lainnya.

5. Cocokkan dengan website resmi jurnal

Setelah memperoleh informasi dari database pengindeks, cocokkan dengan website resmi jurnal.

Jika sebuah jurnal mengklaim “Scopus Indexed”, jangan hanya melihat logo Scopus di website jurnal. Periksa kembali pada sumber resmi Scopus.

Bagaimana Cara Melihat Jurnal Q1, Q2, dan Q3?

Q1, Q2, dan Q3 adalah istilah kuartil yang menunjukkan posisi relatif jurnal dalam kategori bidang tertentu.

Untuk jurnal Scopus, kuartil dapat dilihat melalui informasi metrik dan ranking yang tersedia pada sumber Scopus maupun SCImago Journal Rank.

1. Cek melalui Scopus

Buka Scopus dan masuk ke bagian Sources.

Cari jurnal menggunakan nama jurnal atau ISSN. Setelah profil jurnal ditemukan, periksa informasi seperti CiteScore, CiteScore Percentile, rank, dan quartile.

Scopus menyediakan filter dan data jurnal berdasarkan subject area sehingga posisi jurnal perlu dibaca sesuai kategori bidangnya.

2. Cek melalui SCImago Journal Rank

SCImago Journal Rank atau SJR dapat digunakan untuk melihat profil jurnal, nilai SJR, ranking, serta kuartil berdasarkan kategori subjek.

Cari nama jurnal pada situs SCImago, kemudian perhatikan kategori bidang dan tahun yang ditampilkan.

3. Jangan melihat Q1-Q3 tanpa konteks

Satu jurnal dapat memiliki posisi berbeda pada subject category yang berbeda.

Karena itu, ketika menemukan keterangan:

“Jurnal X Q1”

periksa juga:

  1. Q1 pada bidang apa?
  2. Tahun berapa?
  3. Menggunakan database atau pemeringkatan apa?
  4. Apakah jurnal masih aktif dalam indeks tersebut?

Ini penting agar informasi kuartil tidak disalahartikan.

Apa Perbedaan Indeksasi dan Kuartil?

Indeksasi dan kuartil merupakan dua hal yang berbeda.

Indeksasi menjawab pertanyaan:

“Jurnal ini tercatat di database mana?”

Sedangkan kuartil menjawab:

“Bagaimana posisi jurnal tersebut dibandingkan jurnal lain dalam kategori tertentu?”

Contohnya, sebuah jurnal dapat berstatus:

“Scopus Indexed”

dan memiliki:

“Q2 pada kategori tertentu.”

Scopus adalah indeks atau database, sedangkan Q2 merupakan posisi relatif jurnal dalam kategori tertentu.

Apakah SINTA Juga Memiliki Q1, Q2, dan Q3?

Tidak dalam pengertian kuartil Scopus.

SINTA menggunakan sistem peringkat akreditasi seperti Sinta 1, Sinta 2, Sinta 3, dan seterusnya. Pada halaman jurnal SINTA saat ini tersedia filter Sinta 1 sampai Sinta 6.

Karena itu:

“Sinta 2” tidak sama dengan “Q2”.

Keduanya merupakan sistem pengelompokan yang berbeda.

Mengapa Index Jurnal Penting Sebelum Submit?

Memeriksa index jurnal membantu penulis memastikan target publikasinya sesuai dengan kebutuhan.

Hal yang sebaiknya diperiksa sebelum submit:

  1. Status indeksasi
  2. Peringkat atau kuartil
  3. Subject area
  4. Publisher
  5. Focus and scope
  6. Author guidelines
  7. Riwayat penerbitan
  8. Biaya publikasi
  9. Status terbaru jurnal

Untuk jurnal internasional, pemeriksaan status terbaru juga penting karena sebuah jurnal dapat mengalami perubahan coverage atau status indeksasi.

Cara Cepat Mengecek Jurnal Sebelum Submit

Agar lebih praktis, gunakan urutan berikut.

1. Tentukan target publikasi

Misalnya:

“Saya membutuhkan jurnal Scopus Q2.”

2. Cari jurnal sesuai bidang

Pastikan scope jurnal sesuai dengan artikel.

3. Cek indeksasi

Verifikasi jurnal pada database resmi.

4. Cek kuartil dan metrik

Periksa Q1, Q2, Q3, atau Q4 beserta tahun dan subject category.

5. Cek status terbaru

Pastikan jurnal masih aktif dan informasi yang digunakan masih relevan.

6. Baru lakukan submission

Setelah semua data sesuai, sesuaikan artikel dengan template dan author guidelines jurnal.

Kesimpulan

Index jurnal adalah informasi mengenai database atau layanan pengindeks tempat sebuah jurnal tercatat. Beberapa indeks yang sering digunakan adalah Scopus, Web of Science, SINTA, GARUDA, DOAJ, dan Google Scholar.

Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?

Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan publikasi jurnal Anda

Scan the code

FAQ

Apa itu index dalam jurnal?

Index dalam jurnal adalah informasi mengenai database atau layanan pengindeks tempat jurnal atau artikel ilmiah tercatat dan dapat ditemukan.

Index jurnal apa saja?

Beberapa indeks yang umum digunakan adalah Scopus, Web of Science, SINTA, GARUDA, DOAJ, dan Google Scholar. Masing-masing memiliki fungsi dan kriteria yang berbeda.

Bagaimana cara melihat index jurnal?

Cari jurnal pada database resmi pengindeks menggunakan nama jurnal atau ISSN. Setelah itu, periksa status indeksasi dan detail jurnal yang ditampilkan.

Bagaimana cara melihat jurnal Q1, Q2, dan Q3?

Untuk jurnal Scopus, periksa informasi ranking dan quartile pada Scopus. Kuartil juga dapat dilihat melalui SCImago Journal Rank dengan memperhatikan subject category dan tahun.

Apakah Sinta 2 sama dengan Q2?

Tidak. Sinta 2 merupakan peringkat akreditasi jurnal dalam sistem SINTA, sedangkan Q2 merupakan kuartil dalam sistem pemeringkatan tertentu seperti Scopus atau SCImago.

Apakah jurnal yang terindeks Google Scholar berarti jurnal tersebut Scopus?

Tidak. Google Scholar dan Scopus merupakan sistem yang berbeda. Jurnal yang ditemukan di Google Scholar tidak otomatis terindeks Scopus.

Scroll to Top