Belajar dari Dasar Bagian dan Struktur Artikel Ilmiah yang Benar

Memahami struktur artikel ilmiah merupakan langkah penting sebelum mulai menulis untuk publikasi jurnal. Struktur yang baik membantu penulis menyampaikan masalah penelitian, metode, hasil, dan pembahasan secara sistematis.

Artikel ilmiah juga tidak cukup hanya berisi hasil penelitian. Setiap bagian harus memiliki fungsi yang jelas dan saling berhubungan sehingga pembaca dapat memahami tujuan, proses, serta kontribusi penelitian.

Lalu, bagaimana struktur artikel ilmiah yang umum digunakan?

Artikel ilmiah penelitian menggunakan susunan yang dikenal dengan IMRAD, yaitu Introduction, Methods, Results, and Discussion. Namun tentunya beberapa jurnal dapat memiliki format tambahan sesuai dengan author guidelines masing-masing.

Apa Itu Struktur Artikel Ilmiah?

Struktur artikel ilmiah adalah susunan bagian-bagian dalam artikel yang digunakan untuk menyajikan penelitian secara sistematis dan akademis.

Struktur ini membantu penulis menjelaskan:

  • Apa masalah yang diteliti?
  • Mengapa penelitian tersebut penting?
  • Bagaimana penelitian dilakukan?
  • Apa hasil yang ditemukan?
  • Apa arti atau implikasi dari hasil penelitian?

Karena setiap jurnal dapat memiliki ketentuan berbeda, penulis tetap perlu membaca template dan panduan penulis jurnal tujuan sebelum melakukan submit.

Bagian-Bagian Struktur Artikel Ilmiah

Berikut bagian yang umumnya terdapat dalam artikel ilmiah.

1. Judul Artikel

Judul merupakan bagian pertama yang dilihat oleh pembaca. Judul harus menggambarkan topik utama penelitian secara jelas, spesifik, dan tidak terlalu panjang.

Judul yang baik biasanya mencerminkan:

  • Topik penelitian
  • Variabel atau fokus penelitian
  • Objek atau subjek penelitian
  • Konteks penelitian

Hindari penggunaan judul yang terlalu umum karena dapat membuat fokus penelitian menjadi kurang jelas.

Contoh:

Pengaruh Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian Konsumen UMKM

Judul tersebut sudah memberikan gambaran mengenai variabel yang diteliti dan hubungan yang ingin dianalisis.

2. Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan singkat dari keseluruhan penelitian. Meskipun berada di bagian awal artikel, abstrak biasanya ditulis setelah bagian utama artikel selesai.

Abstrak umumnya memuat:

  • Latar belakang atau masalah
  • Tujuan penelitian
  • Metode penelitian
  • Hasil utama
  • Kesimpulan atau implikasi

Jumlah kata abstrak mengikuti ketentuan jurnal. Karena itu, penulis harus memperhatikan batas kata yang ditentukan oleh jurnal tujuan.

Contoh sederhana:

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing terhadap keputusan pembelian konsumen UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dianalisis menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.

Contoh tersebut menunjukkan bagaimana inti penelitian dapat disampaikan secara ringkas.

3. Pendahuluan

Pendahuluan menjelaskan mengapa penelitian perlu dilakukan.

Bagian ini biasanya menjadi tempat penulis membangun argumentasi penelitian dari masalah umum menuju fokus penelitian yang lebih spesifik.

Beberapa unsur yang dapat dimasukkan antara lain:

Latar Belakang

Jelaskan fenomena atau masalah yang menjadi dasar penelitian.

Research Gap

Tunjukkan celah atau keterbatasan dari penelitian sebelumnya yang masih perlu dikaji.

Tujuan Penelitian

Jelaskan secara jelas apa yang ingin dicapai melalui penelitian.

Kontribusi Penelitian

Jelaskan manfaat atau kontribusi penelitian, baik secara teoritis maupun praktis jika relevan.

Pendahuluan yang kuat tidak hanya menjelaskan topik, tetapi juga menunjukkan mengapa penelitian tersebut penting dilakukan.

4. Metode Penelitian

Metode menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan.

Bagian ini harus cukup jelas agar pembaca dapat memahami proses penelitian dan, jika diperlukan, melakukan penelitian serupa.

Isi metode dapat meliputi:

  • Pendekatan penelitian
  • Jenis penelitian
  • Lokasi dan waktu penelitian
  • Populasi dan sampel
  • Teknik pengumpulan data
  • Instrumen penelitian
  • Variabel penelitian
  • Teknik analisis data

Tidak semua penelitian membutuhkan seluruh unsur tersebut. Susun metode sesuai dengan jenis dan desain penelitian.

5. Hasil Penelitian

Bagian hasil menyajikan temuan penelitian berdasarkan data yang telah dianalisis.

Hasil dapat ditampilkan dalam bentuk:

  • Tabel
  • Grafik
  • Diagram
  • Gambar
  • Narasi hasil analisis

Hal yang penting adalah menyajikan temuan secara objektif dan sistematis.

Misalnya, apabila penelitian menggunakan analisis statistik, penulis dapat menyampaikan nilai koefisien, signifikansi, atau hasil pengujian lainnya sesuai metode yang digunakan.

Hasil penelitian berbeda dengan pembahasan, kenapa? Karena hasil berfokus pada apa yang ditemukan, sedangkan pembahasan menjelaskan makna dari temuan tersebut.

6. Pembahasan

Pembahasan merupakan bagian untuk menginterpretasikan hasil penelitian.

Pada bagian ini, penulis dapat menjelaskan:

  • Mengapa hasil tersebut terjadi?
  • Apakah hasil sesuai dengan teori?
  • Apakah hasil mendukung penelitian terdahulu?
  • Mengapa hasil berbeda dengan penelitian sebelumnya?
  • Apa implikasi dari temuan penelitian?

Pembahasan sebaiknya tidak sekadar mengulang data pada bagian hasil.

Contohnya, jika hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian, pembahasan dapat menjelaskan alasan hubungan tersebut serta membandingkannya dengan temuan penelitian sebelumnya.

7. Kesimpulan

Kesimpulan merangkum jawaban atas tujuan atau pertanyaan penelitian.

Kesimpulan sebaiknya:

  • Berdasarkan hasil penelitian
  • Menjawab tujuan penelitian
  • Ditulis secara ringkas
  • Tidak memasukkan data baru

Jika jurnal meminta bagian saran, saran dapat ditempatkan setelah kesimpulan atau menjadi subbagian tersendiri.

8. Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi seluruh sumber yang benar-benar digunakan dan dikutip dalam artikel.

Format penulisan referensi harus mengikuti gaya sitasi yang ditentukan jurnal, misalnya:

  • APA
  • Vancouver
  • IEEE
  • Harvard
  • Chicago

Penulis juga perlu memastikan bahwa referensi yang dikutip dalam artikel tercantum dalam daftar pustaka, dan sebaliknya.

Penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero dapat membantu mengurangi kesalahan dalam pengelolaan sitasi.

Struktur Artikel Ilmiah dalam Format IMRAD

Jika disederhanakan, struktur artikel penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:

BagianPertanyaan yang Dijawab
IntroductionMengapa penelitian dilakukan?
MethodsBagaimana penelitian dilakukan?
ResultsApa yang ditemukan?
DiscussionApa arti dari temuan tersebut?

Namun, artikel jurnal biasanya juga memiliki bagian seperti judul, abstrak, kesimpulan, dan daftar pustaka.

Jadi, struktur sederhananya dapat ditulis:

Judul → Abstrak → Pendahuluan → Metode → Hasil → Pembahasan → Kesimpulan → Daftar Pustaka

Contoh Struktur Artikel Ilmiah

Misalnya Anda ingin menulis penelitian dengan judul:

Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Minat Beli Mahasiswa

Maka susunannya dapat dibuat seperti berikut:

Judul

Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Minat Beli Mahasiswa

Abstrak

Berisi ringkasan masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan penelitian.

1. Pendahuluan

  • Fenomena penggunaan media sosial
  • Masalah minat beli mahasiswa
  • Penelitian terdahulu
  • Research gap
  • Tujuan penelitian

2. Metode

  • Pendekatan kuantitatif
  • Populasi dan sampel
  • Teknik pengumpulan data
  • Teknik analisis

3. Hasil

  • Karakteristik responden
  • Hasil analisis
  • Tabel atau grafik
  • Hasil pengujian hipotesis

4. Pembahasan

  • Interpretasi hasil
  • Perbandingan dengan penelitian terdahulu
  • Implikasi hasil penelitian

5. Kesimpulan

Berisi jawaban utama berdasarkan hasil penelitian.

Daftar Pustaka

Berisi sumber yang digunakan dalam artikel.

Download Contoh Artikel dengan Struktur Ilmiah yang Baik

Kesimpulan

Struktur artikel ilmiah membantu penulis menyusun hasil penelitian secara sistematis dan mudah dipahami. Struktur yang umum digunakan dalam artikel penelitian adalah IMRAD, yaitu Introduction, Methods, Results, dan Discussion, yang kemudian dilengkapi dengan judul, abstrak, kesimpulan, serta daftar pustaka. Namun, struktur tersebut bukan aturan yang mutlak untuk semua jurnal karena setiap penerbit dapat memiliki format dan ketentuan yang berbeda. Oleh karena itu, selalu gunakan template dan author guidelines jurnal tujuan sebagai acuan utama sebelum melakukan penulisan dan submit artikel.

Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?

Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan publikasi jurnal SINTA Anda

Scan the code

FAQ

Apa yang dimaksud struktur artikel ilmiah?

Struktur artikel ilmiah adalah susunan bagian artikel yang digunakan untuk menyampaikan penelitian secara sistematis.

Apa saja struktur artikel ilmiah?

Umumnya terdiri dari judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka.

Apa itu IMRAD?

IMRAD adalah struktur penelitian yang terdiri dari Introduction, Methods, Results, and Discussion.

Apakah semua jurnal menggunakan IMRAD?

Tidak. Banyak jurnal menggunakan prinsip IMRAD, tetapi susunan dan nama bagian dapat berbeda sesuai pedoman masing-masing jurnal.

Bagian mana yang paling penting?

Semua bagian memiliki fungsi masing-masing. Yang terpenting adalah setiap bagian saling terhubung dan mengikuti author guidelines jurnal tujuan.

Scroll to Top