Perlu dipahami bahwa “indeks jurnal” dan “akreditasi jurnal” bukan hal yang sama. Sebuah jurnal dapat terindeks pada database tertentu, sementara jurnal nasional Indonesia juga dapat memiliki status akreditasi SINTA.
Sebelum menggunakan sebuah jurnal sebagai target publikasi, pastikan indeksasi dan statusnya diperiksa melalui sumber resmi.
Apa yang Dimaksud Indeks Jurnal yang Diakui Dikti?
Indeks jurnal adalah database atau layanan yang mencatat dan menyediakan informasi publikasi ilmiah. Setiap database memiliki kriteria dan cakupan yang berbeda.
Dalam konteks publikasi akademik Indonesia, beberapa nama yang sering ditemui adalah SINTA, GARUDA, Scopus, Web of Science, dan DOAJ.
SINTA sendiri merupakan sistem informasi penelitian yang menyediakan data mengenai peneliti, institusi, dan jurnal di Indonesia. Pada halaman jurnal SINTA, pengguna dapat melihat informasi seperti status akreditasi, indeksasi Scopus, dan GARUDA.
Indeks Jurnal Apa Saja yang Perlu Diketahui?
Tidak semua indeks mempunyai fungsi yang sama. Oleh sebab itu, penting mengetahui tempat sebuah jurnal diindeks.
1. SINTA
SINTA atau Science and Technology Index merupakan salah satu rujukan utama untuk melihat informasi jurnal ilmiah Indonesia.
Pada database SINTA, jurnal dapat ditampilkan berdasarkan peringkat akreditasi dan informasi indeksasi. SINTA saat ini menampilkan jurnal dengan kategori S1 sampai S6 serta informasi apakah jurnal terindeks Scopus dan GARUDA.
2. GARUDA
GARUDA atau Garba Rujukan Digital digunakan untuk menelusuri publikasi ilmiah Indonesia.
GARUDA sangat berguna ketika Anda ingin mencari artikel berdasarkan judul, topik, penulis, atau sumber publikasi.
3. Scopus
Scopus merupakan database publikasi dan sitasi internasional yang mencakup berbagai bidang ilmu.
Untuk jurnal yang disebut terindeks Scopus, pengecekan sebaiknya dilakukan melalui sumber resmi Scopus dan bukan hanya berdasarkan logo Scopus yang tercantum pada website jurnal.
4. Web of Science
Web of Science merupakan database indeksasi ilmiah internasional yang banyak digunakan dalam penelitian dan evaluasi publikasi global.
Salah satu metrik yang dikenal di ekosistem Web of Science adalah Journal Impact Factor melalui Journal Citation Reports.
5. DOAJ
Directory of Open Access Journals atau DOAJ merupakan direktori jurnal open access.
Keberadaan jurnal dalam DOAJ tidak otomatis berarti jurnal tersebut juga terindeks Scopus. Setiap indeks tetap harus diperiksa secara terpisah.
URL: https://doaj.org/
6. Google Scholar
Google Scholar dapat digunakan untuk menemukan artikel ilmiah dari berbagai sumber.
Google Scholar lebih tepat digunakan sebagai mesin pencarian publikasi dan bukan sebagai pengganti verifikasi status akreditasi SINTA atau indeksasi Scopus.
Indeks Jurnal yang Diakui Dikti yang Mana?
Pertanyaan ini perlu dijawab berdasarkan tujuan penggunaannya.
Untuk jurnal nasional di Indonesia, SINTA menjadi rujukan penting untuk melihat status akreditasi jurnal. Database SINTA menampilkan jurnal berdasarkan peringkat akreditasi serta informasi indeksasi lainnya.
Untuk publikasi internasional, Scopus dan Web of Science merupakan database yang banyak digunakan dalam ekosistem akademik global.
Karena istilah “diakui Dikti” dapat merujuk pada kebutuhan yang berbeda, dosen tetap perlu melihat aturan atau persyaratan institusinya. Jangan menganggap semua indeks memiliki bobot, fungsi, atau pengakuan yang sama untuk setiap keperluan.
Cara Mengecek Indeks Jurnal
Sebelum memasukkan jurnal ke dalam proposal, artikel, atau target publikasi, lakukan pengecekan berikut.
1. Cari nama jurnal atau ISSN
Nama jurnal bisa mirip dengan jurnal lain. ISSN atau E-ISSN lebih aman digunakan sebagai identitas.
2. Buka database resmi
Gunakan sumber sesuai indeks yang ingin diverifikasi.
Untuk jurnal nasional, buka SINTA.
Untuk jurnal internasional, cek Scopus atau Web of Science sesuai target.
3. Periksa status jurnal
Lihat informasi seperti:
- Nama jurnal
- ISSN
- Publisher
- Subject area
- Status akreditasi
- Status indeksasi
- Tahun atau periode coverage
SINTA, misalnya, menampilkan label seperti “S1 Accredited”, “S2 Accredited”, “S3 Accredited”, hingga “S4 Accredited” pada halaman jurnal tertentu, sekaligus menunjukkan indeksasi GARUDA atau Scopus jika tersedia.
4. Cocokkan dengan website jurnal
Setelah menemukan jurnal pada database pengindeks, cocokkan informasi tersebut dengan website resmi jurnal.
Jika terdapat perbedaan, gunakan sumber resmi pengindeks sebagai salah satu dasar verifikasi dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mengapa Harus Mengecek Indeks Jurnal Sebelum Publikasi?
Pengecekan diperlukan agar penulis tidak salah memilih jurnal.
Hal yang perlu diperiksa antara lain:
- Apakah jurnal masih aktif?
- Apakah status indeksasinya masih berlaku?
- Apakah jurnal sesuai dengan bidang artikel?
- Apakah jurnal memiliki publisher yang jelas?
- Apakah scope sesuai?
- Apakah template dan author guidelines tersedia?
- Apakah biaya publikasi dijelaskan?
- Apakah status akreditasinya sesuai dengan kebutuhan?
Pemeriksaan ini semakin penting ketika publikasi akan digunakan untuk kebutuhan administratif atau karier akademik.
Kesimpulan
Indeks jurnal yang diakui atau digunakan dalam kebutuhan akademik dapat berasal dari berbagai database, seperti SINTA, Scopus, Web of Science, GARUDA, dan DOAJ. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Untuk jurnal nasional Indonesia, SINTA menjadi sumber penting untuk memeriksa status akreditasi dan informasi jurnal. SINTA juga menunjukkan apakah jurnal tertentu memiliki indeksasi Scopus atau GARUDA.
Untuk jurnal internasional, pengecekan sebaiknya dilakukan langsung pada database seperti Scopus atau Web of Science. Yang paling penting, jangan menyamakan istilah indeksasi, akreditasi, dan kuartil. Ketiganya memiliki pengertian yang berbeda dan harus diperiksa sesuai kebutuhan publikasi.
FAQ
Apa itu indeks jurnal yang diakui Dikti?
Indeks jurnal merujuk pada database atau layanan tempat jurnal tercatat dan dapat ditemukan. Untuk jurnal nasional, SINTA menjadi salah satu rujukan utama untuk melihat status akreditasi dan informasi indeksasi jurnal.
Indeks jurnal apa saja yang umum digunakan?
Beberapa yang paling dikenal adalah SINTA, Scopus, Web of Science, GARUDA, DOAJ, dan Google Scholar. Setiap platform memiliki fungsi dan cakupan yang berbeda.
Bagaimana cara melihat indeks sebuah jurnal?
Cari nama jurnal atau ISSN pada database resmi seperti SINTA, Scopus, Web of Science, atau DOAJ. Setelah itu, periksa status indeksasi dan detail jurnal.
Apakah jurnal SINTA termasuk jurnal yang diakui?
Jurnal yang terakreditasi SINTA merupakan jurnal nasional yang memiliki status akreditasi dalam sistem SINTA. Tingkat dan kegunaannya tetap harus disesuaikan dengan persyaratan akademik yang berlaku.
Apakah SINTA 1 sama dengan Q1?
Tidak. SINTA 1 merupakan peringkat akreditasi jurnal dalam sistem SINTA, sedangkan Q1 merupakan kuartil dalam sistem pemeringkatan tertentu seperti Scopus atau SCImago.
Apakah Google Scholar termasuk indeks jurnal?
Google Scholar merupakan mesin pencarian publikasi ilmiah yang sangat luas. Keberadaan jurnal di Google Scholar tidak otomatis berarti jurnal tersebut terakreditasi SINTA atau terindeks Scopus.

