Prof. Lilis Sulastri: Recode DNA untuk Hidup Lebih Sukses

Perjalanan akademik Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, S.Ag., MM., CPHRM., CHRA. menjadi salah satu gambaran tentang bagaimana pendidikan, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar dapat menjadi modal dalam membangun karier akademik.

Prof. Lilis dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pada periode 2023–2027, ia juga dipercaya sebagai Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SGD Bandung.

Kisahnya menjadi inspirasi, terutama bagi perempuan yang ingin terus mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi di lingkungan akademik maupun institusi.

Perjalanan Prof. Lilis Sulastri dalam Dunia Akademik

1. Guru Besar Ilmu Manajemen UIN SGD Bandung

Prof. Lilis merupakan akademisi di bidang ilmu manajemen dan menjabat sebagai Ketua Jurusan Manajemen FEBI UIN SGD Bandung periode 2023–2027.

Posisi tersebut menunjukkan peran yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga pengembangan institusi dan pengelolaan program studi.

2. Aktif dalam Forum Akademik Internasional

Prof. Lilis juga memiliki pengalaman sebagai presenter pada International Conference Business and Management di Paris, Prancis, pada 2019. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya di tingkat internasional.

Keterlibatan dalam forum ilmiah internasional membuka ruang bagi akademisi untuk berbagi gagasan, memperluas jejaring, dan mengenalkan hasil pemikiran kepada komunitas akademik yang lebih luas.

3. Terus Belajar Tanpa Batas

Salah satu prinsip yang ditekankan Prof. Lilis adalah tidak mengenal kata akhir dalam belajar. Dalam artikel sumber, ia digambarkan memiliki komitmen untuk terus mengajar sekaligus belajar tanpa batas.

Semangat tersebut menjadi pesan penting bagi dosen maupun siapa pun yang sedang membangun perjalanan akademik.

“Recode DNA” untuk Hidup Lebih Sukses

Istilah “recode DNA” dalam gagasan Prof. Lilis dapat dipahami sebagai dorongan untuk memperbarui pola pikir dan terus melakukan pengembangan diri.

Kesuksesan tidak hanya bergantung pada kemampuan yang dimiliki sejak awal. Potensi perlu dieksplorasi, dikembangkan, dan diarahkan agar menghasilkan karya serta kontribusi yang nyata.

Pemikiran tersebut juga berkaitan dengan pandangannya bahwa perempuan memiliki potensi yang luar biasa dan dapat berkembang menjadi pribadi yang unggul ketika kemampuan tersebut dikembangkan secara maksimal.

Perempuan dan Peran dalam Dunia Akademik

Prof. Lilis menjadi salah satu contoh akademisi perempuan yang aktif menjalankan peran di lingkungan perguruan tinggi.

Pesan yang muncul dari perjalanan tersebut adalah bahwa kesempatan untuk berkembang terbuka bagi siapa saja yang mau belajar, meningkatkan kompetensi, dan berani mengambil peran.

Bagi perempuan di dunia akademik, pencapaian karier tidak hanya menjadi capaian personal. Karya dan kontribusi yang dihasilkan juga dapat memberikan inspirasi bagi generasi akademisi berikutnya.

Belajar sebagai Kunci Pengembangan Diri

Pendidikan tidak berhenti ketika seseorang memperoleh gelar atau jabatan akademik tertentu.

Justru ketika tanggung jawab semakin besar, kebutuhan untuk terus belajar menjadi semakin penting. Pengetahuan membantu seseorang memahami persoalan, mengambil keputusan, dan memberikan kontribusi secara lebih tepat.

Semangat tersebut relevan bagi dosen yang sedang membangun karier melalui penelitian, publikasi ilmiah, pengajaran, dan pengembangan kepakaran.

Kesimpulan

Prof. Lilis Sulastri menunjukkan bahwa perjalanan akademik membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Gagasan “recode DNA” menjadi pesan reflektif bahwa seseorang perlu berani memperbarui pola pikir, mengeksplorasi potensi, dan terus berkembang untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Bagi dosen dan akademisi, pesan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa karier akademik dibangun melalui proses panjang, konsistensi, pembelajaran, serta kontribusi nyata.

Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?

Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan jurnal Anda

Scan the code

FAQ

Siapa Prof. Lilis Sulastri?

Prof. Lilis Sulastri merupakan Guru Besar Ilmu Manajemen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Ketua Jurusan Manajemen FEBI periode 2023–2027.

Apa bidang keilmuan Prof. Lilis?

Prof. Lilis dikenal sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Manajemen.

Apa yang dimaksud “recode DNA” dalam gagasan Prof. Lilis?

Istilah tersebut menggambarkan pentingnya memperbarui pola pikir, mengembangkan potensi, dan terus belajar untuk mencapai kehidupan dan karier yang lebih baik.

Apa pengalaman internasional Prof. Lilis?

Prof. Lilis pernah menjadi presenter pada International Conference Business and Management di Paris, Prancis, pada 2019.

Apa pesan utama dari perjalanan Prof. Lilis?

Salah satu pesan utamanya adalah pentingnya terus belajar dan mengembangkan potensi agar dapat berkarya serta memberikan kontribusi bagi institusi dan bangsa.

Sumber: Bedanews, “Guru Besar Ilmu Manajemen, Prof. Lilis Sulastri: Kita Mesti Recode DNA, agar Hidup Sukses.”

Scroll to Top