6 Cara Membuat Tinjauan Pustaka Proposal Hibah Agar Lolos !!

Tinjauan pustaka menjadi salah satu bagian penting dalam proposal hibah penelitian. Bagian ini tidak sekadar berisi kumpulan teori dan penelitian terdahulu, tetapi perlu menunjukkan posisi penelitian yang akan dilakukan.

Asesor perlu memahami landasan penelitian, perkembangan kajian sebelumnya, serta alasan mengapa penelitian tersebut penting dilakukan. Penyusunan yang jelas dan relevan akan membantu memperkuat argumentasi proposal.

Berikut enam cara yang dapat digunakan untuk menyusun tinjauan pustaka proposal hibah dengan lebih baik.

6 Cara Membuat Tinjauan Pustaka Proposal Hibah

1. Gunakan Referensi yang Relevan dengan Topik Penelitian

Pilih referensi yang benar-benar berkaitan dengan masalah dan variabel penelitian. Hindari memasukkan terlalu banyak sumber yang tidak memiliki hubungan langsung dengan penelitian yang diajukan.

Prioritaskan jurnal ilmiah, buku akademik, laporan penelitian, dan sumber terpercaya lainnya yang dapat memperkuat dasar penelitian.

2. Gunakan Referensi yang Relatif Mutakhir

Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung cepat. Referensi terbaru dapat membantu menunjukkan perkembangan penelitian pada bidang yang sedang dikaji.

Peneliti tetap dapat menggunakan penelitian terdahulu yang penting atau menjadi landasan teori, tetapi sebaiknya dilengkapi dengan literatur yang lebih mutakhir.

3. Jelaskan Penelitian Terdahulu secara Terarah

Jangan hanya membuat daftar penelitian terdahulu satu per satu.

Tunjukkan apa yang telah ditemukan oleh penelitian sebelumnya, bagaimana hasilnya, serta apa yang masih belum terjawab.

Pola sederhana yang dapat digunakan:

Penelitian terdahulu → Temuan → Keterbatasan → Kebutuhan penelitian berikutnya

Dengan pola tersebut, tinjauan pustaka akan terasa lebih argumentatif dan tidak sekadar menjadi rangkuman literatur.

4. Tunjukkan Research Gap

Research gap menjadi bagian penting untuk menjelaskan alasan penelitian perlu dilakukan.

Gap dapat muncul dari perbedaan hasil penelitian, keterbatasan metode, objek penelitian yang belum dikaji, konteks yang berbeda, maupun aspek tertentu yang masih belum banyak diteliti.

Semakin jelas gap yang ditunjukkan, semakin mudah asesor memahami posisi penelitian yang ditawarkan.

5. Hubungkan Literatur dengan Rencana Penelitian

Literatur yang digunakan harus memiliki hubungan dengan penelitian yang diajukan.

Jelaskan bagaimana teori dan penelitian sebelumnya menjadi dasar dalam menentukan variabel, konsep, pendekatan, metode, maupun arah penelitian.

Dengan demikian, tinjauan pustaka tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian yang mendukung keseluruhan proposal.

6. Bangun Alur yang Logis dan Mudah Dipahami

Tinjauan pustaka sebaiknya disusun dengan alur yang jelas. Mulailah dari konsep utama, perkembangan penelitian, temuan penelitian terdahulu, gap, kemudian arah penelitian yang akan dilakukan.

Hindari paragraf yang terlalu panjang dan pembahasan yang berulang.

Tujuannya sederhana: asesor dapat memahami posisi penelitian Anda tanpa harus mencari sendiri hubungan antara satu referensi dengan referensi lainnya.

Kesimpulan

Tinjauan pustaka proposal hibah perlu disusun sebagai argumentasi ilmiah, bukan sekadar kumpulan kutipan.

Pastikan referensi relevan, gunakan literatur yang memadai, jelaskan penelitian terdahulu, tunjukkan research gap, hubungkan literatur dengan rencana penelitian, dan susun seluruh pembahasan secara logis. Dengan struktur tersebuttentu asesor akan lebih mudah melihat landasan, posisi, kebaruan, dan urgensi penelitian yang ditawarkan.

Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?

Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan publikasi jurnal Anda

Scan the code

FAQ

Apa itu tinjauan pustaka dalam proposal hibah?

Tinjauan pustaka adalah bagian proposal yang membahas teori, konsep, dan penelitian terdahulu sebagai landasan penelitian yang akan dilakukan.

Apakah referensi terbaru wajib digunakan?

Referensi terbaru sangat dianjurkan untuk menunjukkan perkembangan penelitian, tetapi penelitian terdahulu yang fundamental tetap dapat digunakan jika relevan.

Apa yang dimaksud research gap?

Research gap adalah celah atau aspek yang belum terjawab secara memadai dalam penelitian sebelumnya dan menjadi dasar untuk melakukan penelitian baru.

Apakah tinjauan pustaka harus panjang?

Tidak. Yang lebih penting adalah relevansi, alur argumentasi, kualitas referensi, dan kemampuan tinjauan pustaka menjelaskan posisi penelitian.

Apa tujuan tinjauan pustaka bagi asesor?

Tinjauan pustaka membantu asesor memahami landasan penelitian, perkembangan kajian, research gap, serta alasan penelitian yang diajukan perlu dilakukan.

Scroll to Top