5 Cara Mengutip Jurnal yang Umum Digunakan

Mengutip jurnal merupakan bagian penting dalam penulisan karya ilmiah. Saat menggunakan gagasan, data, atau pernyataan dari penelitian orang lain, sumber perlu dicantumkan dengan jelas agar pembaca dapat mengetahui asal informasi tersebut.

Cara mengutip dari jurnal dilakukan dengan membedakan kutipan langsung dan kutipan tidak langsung atau parafrase. Keduanya tetap membutuhkan sumber, seperti nama penulis, tahun terbit, dan informasi halaman apabila diperlukan sesuai gaya sitasi yang digunakan.

Jenis Kutipan Jurnal

1. Kutipan Langsung

Kutipan langsung digunakan ketika penulis mengambil kalimat dari jurnal dan menuliskannya kembali tanpa mengubah susunan kata dari sumber asli.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Kalimat ditulis sama seperti sumber asli.
  • Gunakan tanda petik dua ("...") untuk kutipan pendek.
  • Cantumkan sumber pada awal atau akhir kutipan.
  • Informasi sitasi dapat mencakup nama belakang penulis, tahun, dan nomor halaman.

Contoh:

“Kualitas pembelajaran memiliki hubungan dengan tingkat keterlibatan mahasiswa dalam proses akademik” (Hidayat, 2021, hlm. 45).

Untuk kutipan langsung yang lebih panjang, format penulisannya dapat mengikuti ketentuan gaya sitasi atau pedoman jurnal yang digunakan.

2. Kutipan Tidak Langsung atau Parafrase

Kutipan tidak langsung dilakukan dengan mengambil ide atau gagasan dari jurnal kemudian menyampaikannya menggunakan kalimat sendiri.

Parafrase bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Penulis perlu memahami gagasan sumber terlebih dahulu, kemudian menulis ulang dengan struktur kalimat yang berbeda tanpa mengubah makna aslinya.

Contoh:

Putra (2020) menjelaskan bahwa kualitas pembelajaran dapat memengaruhi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik.

Atau:

Kualitas pembelajaran menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik (Putra, 2020).

Walaupun sudah menggunakan bahasa sendiri, sumber tetap wajib dicantumkan.

5 Cara Mengutip Jurnal dalam Karya Ilmiah

1. Mengutip Kalimat Secara Langsung

Cara ini digunakan ketika kalimat asli dianggap penting untuk dipertahankan.

Contohnya:

“Penelitian merupakan proses sistematis untuk memperoleh jawaban atas suatu permasalahan ilmiah” (Sari, 2022, hlm. 12).

Pastikan kutipan tidak diubah tanpa penanda yang sesuai dan sumber dicantumkan secara lengkap.

2. Mengutip dengan Parafrase

Penulis mengambil gagasan utama dari sumber lalu menjelaskannya menggunakan susunan kalimat sendiri.

Contoh:

Penelitian dilakukan secara sistematis untuk memperoleh jawaban terhadap masalah yang dikaji (Sari, 2022).

Teknik ini sering digunakan dalam karya ilmiah karena pembahasan dapat dibuat lebih menyatu dengan argumentasi penulis.

3. Menyebutkan Nama Penulis dalam Kalimat

Nama penulis dapat menjadi bagian dari kalimat ketika pendapat atau hasil penelitian digunakan.

Contoh:

Menurut Hidayat (2021), keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran berkaitan dengan kualitas proses akademik yang diterimanya.

Model ini sering digunakan ketika penulis sedang membandingkan beberapa pendapat dari penelitian terdahulu.

4. Menempatkan Sitasi di Akhir Pernyataan

Penulis dapat menyampaikan gagasan terlebih dahulu kemudian meletakkan sumber di bagian akhir kalimat.

Contoh:

Kualitas pelayanan dapat memengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan (Putra, 2020).

Cara ini membuat fokus pembahasan tetap berada pada informasi yang disampaikan, sedangkan sumber ditampilkan melalui sitasi.

5. Menggunakan Lebih dari Satu Sumber

Sebuah gagasan dapat didukung oleh beberapa jurnal yang relevan.

Contoh:

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan (Putra, 2020; Sari, 2021; Hidayat, 2022).

Pastikan semua sumber yang dicantumkan memang relevan dengan pernyataan yang dibuat.

Format Penulisan Daftar Pustaka

Setiap sumber yang dikutip dalam tulisan perlu dicantumkan dalam daftar pustaka sesuai gaya referensi yang digunakan.

Untuk format seperti APA Style, pola umum referensi artikel jurnal adalah:

Nama Belakang Penulis, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), rentang halaman. DOI atau URL.

Contoh:

Rohim, F. (2019). Pengaruh metode diskusi kelompok pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(1), 33–44.

Informasi seperti DOI, volume, nomor, dan halaman perlu disesuaikan dengan data artikel yang sebenarnya.

Perbedaan Kutipan Langsung dan Parafrase

AspekKutipan LangsungKutipan Tidak Langsung
BentukMenggunakan kalimat asliMenggunakan kalimat sendiri
MaknaDipertahankanDipertahankan
Tanda petikDigunakan untuk kutipan langsung pendekTidak diperlukan
SitasiWajibWajib
Nomor halamanDicantumkan sesuai gaya yang digunakanMengikuti ketentuan gaya sitasi

Mengapa Cara Mengutip Jurnal Harus Benar?

Pengutipan yang tepat membantu menunjukkan sumber informasi sekaligus memberikan penghargaan kepada penulis asli. Sitasi juga membuat pembaca dapat menelusuri sumber yang digunakan dalam penelitian.

Penggunaan kutipan yang tepat juga membantu menjaga integritas akademik. Ketika mengambil gagasan atau teks dari sumber lain, penulis perlu memberikan atribusi yang sesuai dan menghindari penggunaan karya orang lain seolah-olah sebagai karya sendiri.

Tips Mengutip Jurnal dengan Benar

1. Pahami Isi Sumber

Baca bagian yang ingin dikutip dan pahami konteksnya sebelum memasukkannya ke dalam tulisan.

2. Jangan Hanya Mengganti Kata

Pada parafrase, ubah struktur dan cara penyampaian berdasarkan pemahaman terhadap gagasan sumber, bukan sekadar mengganti sinonim.

3. Cantumkan Sumber

Baik kutipan langsung maupun tidak langsung tetap memerlukan sitasi.

4. Gunakan Gaya Referensi yang Konsisten

Ikuti ketentuan yang digunakan kampus, dosen, atau jurnal tujuan, seperti APA, IEEE, Vancouver, dan gaya lainnya.

5. Cocokkan Sitasi dengan Daftar Pustaka

Setiap sumber yang muncul dalam sitasi harus memiliki entri yang sesuai di daftar pustaka.

Kesimpulan

Cara mengutip jurnal dapat dilakukan dengan kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung atau parafrase. Penulis juga dapat menyebut nama penulis dalam kalimat, menempatkan sitasi di akhir pernyataan, atau menggunakan beberapa sumber sekaligus untuk mendukung pembahasan.

Apa pun bentuknya, sumber harus dicantumkan secara tepat dan konsisten. Dengan cara tersebut, tulisan menjadi lebih kuat secara akademik dan pembaca dapat menelusuri referensi yang digunakan.

Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?

Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan publikasi jurnal Anda

Scan the code

FAQ

Apa itu kutipan langsung?

Kutipan langsung adalah penggunaan kalimat dari sumber dengan susunan kata yang sama seperti pada jurnal asli.

Apa itu kutipan tidak langsung?

Kutipan tidak langsung adalah penyampaian kembali gagasan dari jurnal menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah makna sumber.

Apakah parafrase tetap harus diberi sitasi?

Ya. Meskipun ditulis dengan kalimat sendiri, gagasan tersebut tetap berasal dari sumber lain sehingga sitasi tetap diperlukan.

Apakah nomor halaman wajib dalam kutipan?

Ketentuannya bergantung pada gaya sitasi yang digunakan. Untuk kutipan langsung, beberapa gaya seperti APA merekomendasikan informasi halaman.

Apakah semua jurnal harus ditulis dalam daftar pustaka?

Sumber yang digunakan dan dikutip dalam karya ilmiah perlu dicantumkan sesuai aturan daftar pustaka yang berlaku.

Apa yang harus diperhatikan saat mengutip jurnal?

Perhatikan kesesuaian makna, ketepatan sumber, format sitasi, dan konsistensi antara kutipan dalam teks dengan daftar pustaka.

Scroll to Top