Anggota Komisi X DPR RI La Tinro La Tunrung menyoroti kondisi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat dan Rapat Dengar Pendapat Umum bersama pimpinan PTN dan PTS pada 10 Februari 2026. Ia menilai kesenjangan penghasilan dosen PTN dan PTS perlu ditekan.
Kesenjangan penghasilan antara dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kembali menjadi perhatian. Persoalan ini berkaitan dengan kesejahteraan, kepastian karier, serta keberlanjutan profesi dosen di Indonesia.
Mengapa Penghasilan Dosen PTN dan PTS Menjadi Sorotan?

1. Perbedaan Sumber dan Kepastian Penghasilan
Menurut DPR, dosen ASN di perguruan tinggi negeri memperoleh gaji pokok serta tunjangan profesi dan tunjangan kinerja dengan dukungan sistem penghasilan yang lebih terjamin.
Di sisi lain, dosen PTS umumnya memperoleh penghasilan berdasarkan kemampuan finansial perguruan tinggi atau yayasan tempat mereka bekerja. Kondisi tersebut membuat tingkat penghasilan dan fasilitas yang diterima dapat berbeda antar-PTS.
2. Sebagian Dosen PTS Berpenghasilan Relatif Rendah
DPR menyebut lebih dari 42% dosen swasta dalam konteks yang dibahas menerima penghasilan tetap di bawah Rp3 juta per bulan. Bahkan, di beberapa PTS, honorarium disebut berada pada kisaran Rp50.000–Rp100.000 per SKS.
Angka tersebut menjadi perhatian karena dosen tetap memiliki tanggung jawab akademik yang mencakup pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dampaknya terhadap Karier dan Pendidikan Tinggi
1. Dosen Berpotensi Mencari Penghasilan Tambahan
Kondisi penghasilan yang rendah dapat mendorong sebagian dosen mencari sumber pendapatan tambahan. DPR menilai situasi tersebut berpotensi membuat fokus dosen terbagi antara menjalankan tugas akademik dan memenuhi kebutuhan ekonomi.
2. Kesenjangan Berkaitan dengan Kepastian Karier
Selain penghasilan, DPR juga menyoroti perbedaan perlindungan dan kepastian karier antara dosen ASN dan dosen PTS.
Dalam pemberitaan tersebut, dosen ASN dinilai memiliki perlindungan negara yang lebih kuat, sedangkan dosen PTS lebih bergantung pada kontrak dan kebijakan yayasan.
Mengapa Kesejahteraan Dosen Penting?
Perguruan tinggi membutuhkan dosen yang dapat menjalankan tugas akademiknya secara optimal. Dosen bukan hanya mengajar, tetapi juga dituntut aktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kompetensi.
Karena itu, isu kesejahteraan dosen tidak hanya berkaitan dengan penghasilan individu. DPR menilai kesenjangan yang terlalu besar dapat berdampak pada kualitas pendidikan di PTS apabila dosen harus membagi perhatian untuk mencari tambahan penghasilan.
PTS Juga Memiliki Peran Besar
Perguruan tinggi swasta memiliki kontribusi besar dalam menyediakan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Dalam pembahasan DPR, kontribusi tersebut dinilai tetap perlu mendapat dukungan kebijakan agar keberlangsungan dan kualitas pendidikan dapat terjaga.
DPR juga menyoroti bahwa sejumlah PTS dapat berkembang tanpa bergantung pada anggaran negara, sehingga kontribusi mereka terhadap pendidikan tinggi nasional perlu diperhitungkan dalam kebijakan pengembangan dosen dan institusi.
Arah Kebijakan yang Perlu Diperhatikan
Persoalan kesenjangan penghasilan menunjukkan perlunya kebijakan yang dapat memperkuat kesejahteraan dosen secara lebih merata, tanpa mengabaikan karakteristik PTN dan PTS.
Selain aspek pendapatan, penguatan karier, perlindungan kerja, dukungan penelitian, publikasi, dan pengembangan kompetensi juga penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang sehat.
Kesimpulan
Kesenjangan penghasilan dosen PTN dan PTS kembali menjadi sorotan DPR pada Februari 2026. Perbedaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan besaran penghasilan, tetapi juga menyangkut tunjangan, perlindungan, dan kepastian karier.
Kesejahteraan dosen perlu menjadi perhatian bersama karena kualitas pendidikan tinggi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi para pengajarnya. Penguatan PTS dan pemerataan dukungan bagi dosen dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional.
Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?
Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan publikasi jurnal Anda
FAQ
Apa yang menjadi masalah utama dosen PTN dan PTS?
Masalah yang disoroti adalah perbedaan penghasilan, tunjangan, serta kepastian karier antara dosen PTN dan PTS.
Berapa penghasilan dosen PTS yang disebut dalam pemberitaan?
DPR menyebut lebih dari 42% dosen swasta menerima penghasilan tetap di bawah Rp3 juta per bulan dalam konteks yang diberitakan.
Apakah dosen PTN mendapatkan tunjangan kinerja?
Dosen ASN pada lingkungan PTN yang masuk dalam cakupan kebijakan pemerintah memperoleh tunjangan kinerja selain komponen penghasilan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengapa kesejahteraan dosen perlu diperhatikan?
Kesejahteraan berkaitan dengan kemampuan dosen untuk menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian secara optimal.
Apakah PTS memiliki kontribusi terhadap pendidikan Indonesia?
Ya. PTS memiliki peran dalam menyediakan dan mengembangkan pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk melalui institusi yang mampu berkembang dengan sumber pendanaan sendiri.

