Penggunaan Artificial Intelligence (AI) semakin banyak ditemukan dalam proses penulisan karya ilmiah. Dosen, peneliti, dan mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai tools AI untuk membantu mencari ide, memperbaiki bahasa, meringkas informasi, hingga mendukung proses penyuntingan naskah.
Meski memberikan banyak kemudahan, penggunaan AI dalam publikasi ilmiah tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Publisher jurnal memiliki kebijakan masing-masing mengenai penggunaan AI dalam proses penulisan dan publikasi artikel.
Memahami aturan tersebut penting agar penulis tidak melanggar kebijakan jurnal yang menjadi target publikasi.
Mengapa Penulis Perlu Memahami Kebijakan AI?

Setiap publisher dapat memiliki ketentuan yang berbeda mengenai penggunaan AI. Ada yang memperbolehkan AI untuk membantu penyuntingan bahasa, ada pula yang memberikan aturan khusus terkait pengungkapan penggunaan AI.
Artinya, sebelum menggunakan AI untuk artikel ilmiah, penulis perlu membaca kembali author guidelines dan kebijakan publisher jurnal yang dituju.
Penggunaan AI juga tidak menghilangkan tanggung jawab penulis terhadap isi artikel. Penulis tetap harus memastikan akurasi data, sumber, argumentasi, serta seluruh isi naskah.
Kebijakan Penggunaan AI dari Beberapa Publisher Jurnal
1. Association for Computing Machinery (ACM)
Kebijakan ACM menjadi salah satu contoh publisher yang memiliki aturan mengenai penggunaan AI dalam proses penulisan.
Penulis perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku apabila menggunakan AI untuk membantu menghasilkan atau mengembangkan materi dalam artikel. Penggunaan teknologi tersebut tetap harus mengikuti kebijakan publikasi ACM yang berlaku pada saat artikel disubmit.
2. Elsevier
Elsevier juga memiliki kebijakan mengenai penggunaan AI generatif dalam proses penulisan artikel ilmiah.
Dalam praktiknya, penulis perlu membedakan antara penggunaan AI sebagai alat bantu dan menjadikan AI sebagai pengganti tanggung jawab penulis. Penulis tetap bertanggung jawab atas isi, akurasi, serta integritas artikel yang dikirimkan.
3. Emerald Publishing
Emerald memiliki kebijakan mengenai penggunaan AI untuk membantu proses penulisan dan penyuntingan artikel.
Penggunaan AI perlu dilakukan dengan memperhatikan ketentuan transparansi dan tanggung jawab penulis. Sebelum submit, penulis sebaiknya memeriksa aturan terbaru dari jurnal yang dituju.
4. Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE)
IEEE juga memberikan perhatian terhadap penggunaan AI generatif dalam karya ilmiah.
Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana AI digunakan dalam proses penulisan dan bagaimana penggunaannya harus dinyatakan sesuai kebijakan publikasi IEEE.
5. Nature
Nature dan kelompok jurnalnya juga memiliki ketentuan mengenai penggunaan AI dalam manuskrip ilmiah.
Pada prinsipnya, penggunaan AI tidak membuat teknologi tersebut menjadi penulis artikel. Tanggung jawab ilmiah tetap berada pada manusia yang menulis dan mengajukan naskah.
AI Boleh Digunakan untuk Artikel Jurnal?
Jawabannya bergantung pada publisher dan jurnal yang dituju.
AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk aktivitas tertentu, tetapi penggunaan tersebut harus mengikuti aturan jurnal. Penulis tidak boleh menganggap semua jurnal memiliki kebijakan yang sama.
Contohnya, penggunaan AI untuk memperbaiki grammar atau membantu menyusun bahasa dapat memiliki ketentuan berbeda dibandingkan penggunaan AI untuk menghasilkan substansi utama penelitian.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan AI
1. Periksa Kebijakan Jurnal
Cari bagian seperti AI Policy, Generative AI Policy, Author Guidelines, atau Publication Ethics pada website jurnal.
2. Jangan Memasukkan Data Sensitif Sembarangan
Hindari memasukkan data penelitian yang bersifat rahasia, data responden, manuskrip yang belum dipublikasikan, atau informasi sensitif ke dalam tools AI tanpa memahami kebijakan privasi dan keamanan datanya.
3. Verifikasi Hasil AI
AI dapat menghasilkan informasi yang keliru, termasuk referensi yang tidak valid. Semua hasil dari AI harus diperiksa kembali menggunakan sumber yang dapat dipercaya.
4. Jangan Menjadikan AI sebagai Penulis
Penulis manusia tetap bertanggung jawab atas isi artikel, interpretasi hasil penelitian, dan integritas karya ilmiah.
5. Ikuti Aturan Pengungkapan
Apabila jurnal meminta penulis mengungkapkan penggunaan AI, ikuti format dan lokasi pengungkapan yang ditentukan publisher.
Kesimpulan
Penggunaan AI dalam penulisan artikel ilmiah semakin umum, tetapi setiap publisher jurnal dapat memiliki kebijakan yang berbeda. ACM, Elsevier, Emerald, IEEE, dan Nature merupakan contoh publisher yang memiliki aturan terkait penggunaan AI.
Karena kebijakan dapat diperbarui, penulis sebaiknya selalu memeriksa aturan terbaru pada website publisher dan jurnal sebelum melakukan submission.
Yang paling penting, AI digunakan sebagai alat bantu, bukan untuk menggantikan tanggung jawab akademik penulis. Akurasi informasi, kualitas penelitian, integritas data, dan orisinalitas artikel tetap menjadi tanggung jawab penulis.
Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?
Hubungi tim expert dari GoAcademica sebagai jasa publikasi jurnal SINTA terpercaya untuk konsultasi gratis menentukan tujuan jurnal Anda
FAQ
Apakah AI boleh digunakan untuk menulis artikel jurnal?
Boleh dalam kondisi tertentu, tetapi penggunaannya harus mengikuti kebijakan publisher dan jurnal yang dituju.
Apakah semua jurnal memiliki aturan AI yang sama?
Tidak. Setiap publisher atau jurnal dapat menetapkan kebijakan yang berbeda.
Apakah ChatGPT bisa dicantumkan sebagai penulis artikel?
AI tidak seharusnya menggantikan tanggung jawab penulis manusia. Ketentuan spesifik mengenai penyebutan penggunaan AI mengikuti kebijakan publisher dan jurnal.
Apakah penggunaan AI harus dilaporkan kepada jurnal?
Pada beberapa publisher atau jurnal, penggunaan AI tertentu perlu diungkapkan. Penulis harus mengikuti ketentuan jurnal tujuan.
Apakah AI bisa digunakan untuk memperbaiki bahasa artikel?
Penggunaan AI untuk membantu bahasa atau penyuntingan dapat diperbolehkan oleh sebagian jurnal, tetapi tetap perlu mengikuti kebijakan publisher yang bersangkutan.

