Cara Meringkas Jurnal dengan Mudah dan Akurat

Meringkas jurnal atau kita menyebutnya “review jurnal” merupakan salah satu keterampilan penting dalam kegiatan akademik. Mahasiswa maupun asisten peneliti sering perlu membaca berbagai artikel ilmiah, kemudian mengambil inti pembahasan tanpa harus menuliskan kembali seluruh isi jurnal.

Ringkasan yang baik bukan sekadar memendekkan tulisan. Penulis perlu memahami isi jurnal, menemukan gagasan utama, melihat metode dan hasil penelitian, lalu menyusunnya kembali dengan bahasa yang ringkas dan tetap sesuai dengan isi sumber.

Cara Meringkas Jurnal

1. Membaca Abstrak dan Kesimpulan Jurnal

Langkah pertama adalah membaca abstrak dan kesimpulan.

Abstrak memberikan gambaran mengenai masalah, tujuan, metode, dan hasil penelitian. Kesimpulan membantu memahami temuan utama yang diperoleh peneliti.

Setelah membaca keduanya, lanjutkan membaca bagian lain untuk memastikan konteks dan detail penelitian dipahami dengan benar.

Jangan langsung membuat ringkasan hanya berdasarkan abstrak. Gunakan bagian tersebut sebagai gambaran awal, kemudian periksa isi artikel secara keseluruhan.

2. Menulis Gagasan Utama

Setelah membaca jurnal, tentukan gagasan utama yang menjadi inti penelitian.

Catat beberapa hal penting seperti:

  1. Masalah penelitian
  2. Tujuan penelitian
  3. Metode yang digunakan
  4. Hasil penelitian
  5. Kesimpulan utama

Catatan ini akan menjadi dasar dalam menyusun ringkasan.

3. Merangkai Kerangka Tulisan

Setelah gagasan utama ditemukan, susun kerangka ringkasan.

Kerangka sederhana dapat dimulai dari identitas jurnal, latar belakang atau masalah, tujuan, metode, hasil penelitian, dan kesimpulan.

Kerangka membantu menjaga ringkasan agar tetap fokus dan tidak melebar ke informasi yang kurang penting.

4. Mempelajari Metode Penelitian

Metode perlu diperhatikan karena menunjukkan bagaimana penelitian dilakukan.

Dalam ringkasan, jelaskan informasi penting seperti jenis penelitian, objek atau partisipan, instrumen, prosedur, serta teknik analisis data apabila memang relevan dengan tujuan ringkasan.

Tidak semua detail metode harus dimasukkan. Pilih bagian yang paling penting untuk memahami penelitian.

5. Menandai Hal Penting dalam Jurnal

Saat membaca, tandai informasi yang menjadi inti penelitian.

Perhatikan terutama:

  1. Masalah penelitian
  2. Tujuan penelitian
  3. Metode
  4. Hasil utama
  5. Temuan penting
  6. Kesimpulan

Cara ini membantu membedakan informasi utama dengan detail yang sifatnya hanya pelengkap.

6. Meninjau Ulang Rujukan Jurnal

Referensi dapat membantu memahami dasar teori dan penelitian terdahulu yang digunakan oleh penulis.

Tidak semua daftar pustaka harus dimasukkan ke dalam ringkasan. Pilih referensi atau penelitian terdahulu yang benar-benar berkaitan dengan gagasan utama jurnal.

7. Membaca Ulang Ringkasan Sebelum Diterbitkan

Setelah ringkasan selesai, baca kembali dari awal sampai akhir.

Periksa apakah ringkasan sudah menggambarkan isi jurnal, apakah urutannya jelas, dan apakah informasi yang ditulis sesuai dengan sumber.

Pastikan tidak ada kesimpulan atau informasi baru yang sebenarnya tidak terdapat dalam jurnal.

Struktur Ringkasan Jurnal

Agar lebih mudah, ringkasan dapat disusun menggunakan urutan berikut:

1. Identitas Jurnal

Cantumkan informasi seperti judul artikel, nama penulis, nama jurnal, tahun terbit, volume, nomor, dan halaman sesuai kebutuhan.

2. Latar Belakang dan Tujuan

Jelaskan persoalan yang menjadi dasar penelitian dan tujuan penelitian dilakukan.

3. Metode

Ringkas pendekatan, objek atau partisipan, instrumen, dan teknik analisis yang digunakan.

4. Hasil Penelitian

Tuliskan temuan paling penting dari penelitian.

5. Kesimpulan

Sampaikan inti kesimpulan penelitian secara singkat dan sesuai dengan isi jurnal.

Tips agar Ringkasan Jurnal Tetap Akurat

Gunakan bahasa sendiri

Hindari menyalin paragraf jurnal secara langsung. Pahami terlebih dahulu maksudnya, kemudian tuliskan kembali secara ringkas.

Jangan mengubah makna

Ringkasan harus tetap mempertahankan maksud penulis asli.

Fokus pada informasi utama

Tidak semua data dan penjelasan dalam jurnal harus dimasukkan.

Bedakan fakta dan interpretasi

Jangan menambahkan pendapat pribadi seolah-olah merupakan hasil penelitian.

Periksa kembali dengan jurnal asli

Setelah selesai, cocokkan ringkasan dengan sumber untuk memastikan tidak ada informasi yang berubah atau terlewat.

Kesimpulan

Cara meringkas jurnal yang baik dimulai dari membaca abstrak dan kesimpulan, memahami isi penelitian, menemukan gagasan utama, menyusun kerangka, memahami metode, menandai informasi penting, meninjau rujukan yang relevan, hingga membaca ulang ringkasan sebelum digunakan.

Ringkasan yang baik harus singkat, jelas, dan tetap merepresentasikan isi jurnal secara akurat.

Bagi mahasiswa atau peneliti, kemampuan meringkas jurnal juga dapat membantu proses memahami literatur, menyusun tinjauan pustaka, dan menemukan hubungan antara berbagai penelitian.

FAQ

Apa itu meringkas jurnal?

Meringkas jurnal adalah proses menyajikan kembali inti sebuah artikel ilmiah dalam bentuk yang lebih singkat tanpa mengubah makna utama penelitian.

Bagaimana cara meringkas jurnal dengan mudah?

Mulailah dengan membaca abstrak dan kesimpulan, kemudian identifikasi masalah, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan penelitian sebelum menyusunnya menjadi ringkasan.

Apa saja isi ringkasan jurnal?

Ringkasan umumnya mencakup identitas jurnal, latar belakang atau tujuan, metode, hasil penelitian, dan kesimpulan.

Apakah ringkasan jurnal boleh menggunakan kalimat dari jurnal asli?

Sebaiknya gunakan bahasa sendiri dan hindari menyalin paragraf sumber. Kutipan langsung hanya digunakan ketika memang diperlukan dan harus mengikuti aturan sitasi yang berlaku.

Apakah abstrak saja cukup untuk membuat ringkasan jurnal?

Tidak selalu. Abstrak dapat digunakan untuk memahami gambaran awal, tetapi isi artikel tetap perlu diperiksa agar ringkasan tidak kehilangan konteks atau detail penting.

Apa manfaat meringkas jurnal bagi mahasiswa?

Meringkas jurnal membantu mahasiswa memahami penelitian dengan lebih cepat, menemukan gagasan utama, membandingkan literatur, dan menyiapkan bahan untuk tinjauan pustaka.

Scroll to Top