Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh dosen, mahasiswa, dan peneliti adalah mengenai perbedaan Jurnal SINTA 1, 2, 3, 4. Banyak yang beranggapan bahwa perbedaannya hanya terletak pada nomor peringkat, padahal setiap tingkatan memiliki karakteristik, standar kualitas, proses editorial, hingga tingkat selektivitas yang berbeda.
Memahami perbedaan tersebut sangat penting agar penulis dapat memilih jurnal yang sesuai dengan kualitas artikel, target publikasi, serta kebutuhan akademik yang ingin dicapai.
Apa Itu Jurnal SINTA?
Jurnal SINTA adalah jurnal ilmiah nasional yang telah memperoleh akreditasi dan terdaftar dalam sistem Science and Technology Index (SINTA). Akreditasi diberikan dalam enam peringkat, yaitu SINTA 1 hingga SINTA 6, berdasarkan hasil evaluasi terhadap tata kelola jurnal, kualitas artikel, proses editorial, dan berbagai indikator lainnya.
Semakin tinggi peringkat jurnal, umumnya semakin tinggi pula standar kualitas yang diterapkan selama proses publikasi.
Perbedaan Jurnal SINTA 1, 2, 3, 4
Berikut gambaran umum perbedaan empat tingkatan jurnal SINTA yang paling banyak menjadi tujuan publikasi akademisi.
| Aspek | SINTA 1 | SINTA 2 | SINTA 3 | SINTA 4 |
|---|---|---|---|---|
| Peringkat | Tertinggi | Sangat Baik | Baik | Cukup Baik |
| Nilai Akreditasi | 85–100 | 70–84 | 60–69 | 50–59 |
| Selektivitas | Sangat Tinggi | Tinggi | Menengah | Menengah |
| Proses Review | Sangat Ketat | Ketat | Ketat | Standar |
| Persaingan | Sangat Tinggi | Tinggi | Sedang | Sedang |
| Tingkat Kesulitan | Sangat Sulit | Sulit | Menengah | Relatif Lebih Mudah |
Rentang nilai akreditasi tersebut mengikuti sistem akreditasi jurnal nasional yang digunakan dalam SINTA.
Karakteristik Jurnal SINTA 1
Jurnal SINTA 1 merupakan jurnal nasional dengan peringkat akreditasi tertinggi. Artikel yang diterbitkan biasanya memiliki tingkat kebaruan yang kuat, metodologi penelitian yang matang, analisis yang mendalam, serta kontribusi ilmiah yang signifikan.
Proses review pada jurnal SINTA 1 umumnya berlangsung lebih ketat sehingga tingkat penerimaan artikel relatif lebih rendah dibandingkan peringkat lainnya.
Karakteristik Jurnal SINTA 2
Jurnal SINTA 2 juga memiliki kualitas yang sangat baik dan menjadi target publikasi bagi banyak dosen maupun peneliti.
Sebagian besar jurnal SINTA 2 menerapkan standar penulisan yang tinggi serta proses peer review yang cukup selektif. Oleh karena itu, artikel yang dikirimkan tetap harus memiliki kualitas penelitian yang baik.
Karakteristik Jurnal SINTA 3
Jurnal SINTA 3 menjadi pilihan yang cukup populer karena mampu menyeimbangkan antara kualitas akademik dan peluang diterimanya artikel.
Banyak dosen memilih jurnal SINTA 3 untuk memenuhi luaran penelitian maupun kebutuhan kenaikan jabatan fungsional, terutama ketika artikel telah memiliki metodologi yang baik namun masih memerlukan penyempurnaan.
Karakteristik Jurnal SINTA 4
Jurnal SINTA 4 memiliki cakupan bidang ilmu yang sangat luas dan menjadi salah satu tujuan publikasi yang banyak dipilih oleh akademisi di Indonesia.
Walaupun proses editorial tetap menggunakan sistem peer review, tingkat persaingan pada beberapa jurnal relatif lebih kompetitif dibandingkan jurnal nasional biasa sehingga kualitas artikel tetap menjadi faktor utama.
Bagaimana Memilih Jurnal SINTA yang Tepat?
Memilih jurnal tidak seharusnya hanya berdasarkan peringkat tertinggi. Penulis perlu mempertimbangkan beberapa faktor berikut:
- Kesesuaian ruang lingkup jurnal dengan topik penelitian.
- Kualitas metodologi penelitian.
- Target kebutuhan akademik.
- Waktu publikasi yang tersedia.
- Tingkat kebaruan penelitian.
- Persyaratan yang ditetapkan oleh jurnal.
Pemilihan jurnal yang sesuai akan meningkatkan peluang artikel diterima dan mempercepat proses publikasi.
Apakah SINTA 1 Selalu Lebih Baik?
Secara sistem akreditasi, SINTA 1 memang merupakan peringkat tertinggi. Namun, bukan berarti setiap artikel harus dipublikasikan pada jurnal SINTA 1.
Artikel yang baik adalah artikel yang dipublikasikan pada jurnal dengan ruang lingkup yang sesuai. Memaksakan mengirim artikel ke jurnal dengan standar yang tidak sesuai justru dapat meningkatkan risiko penolakan.
Karena itu, strategi publikasi yang tepat adalah mencocokkan kualitas artikel dengan karakteristik jurnal yang dituju.
Tips Agar Artikel Lebih Mudah Diterima
Beberapa langkah yang dapat meningkatkan peluang diterimanya artikel antara lain:
- Memilih jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian.
- Mengikuti template jurnal secara lengkap.
- Menyusun metodologi penelitian yang kuat.
- Menggunakan referensi terbaru.
- Memastikan artikel memiliki unsur kebaruan.
- Melakukan proofreading sebelum submit.
- Memperbaiki artikel berdasarkan masukan reviewer.
Kesimpulan
Perbedaan Jurnal SINTA 1, 2, 3, dan 4 tidak hanya terletak pada nomor peringkat, tetapi juga pada standar kualitas, proses editorial, tingkat selektivitas, serta persyaratan publikasi. Memahami karakteristik masing-masing tingkatan akan membantu dosen, mahasiswa, dan peneliti memilih jurnal yang paling sesuai sehingga peluang artikel diterima menjadi lebih besar.
Publikasi Jurnal SINTA
Apabila Anda membutuhkan pendampingan mulai dari pemilihan jurnal, review artikel, proses submit, hingga pendampingan revisi, kunjungi layanan Publikasi Jurnal SINTA

FAQ
Apa perbedaan utama Jurnal SINTA 1, 2, 3, dan 4?
Perbedaannya terletak pada peringkat akreditasi, standar kualitas jurnal, proses review, dan tingkat selektivitas dalam menerima artikel.
Apakah SINTA 1 lebih sulit dibandingkan SINTA 4?
Secara umum, ya. Jurnal SINTA 1 memiliki standar seleksi dan kualitas artikel yang lebih tinggi dibandingkan SINTA 4.
Apakah dosen harus selalu publikasi di SINTA 1?
Tidak. Pemilihan jurnal sebaiknya disesuaikan dengan kualitas artikel, bidang penelitian, dan kebutuhan akademik yang ingin dicapai.
Bagaimana cara mengetahui peringkat jurnal SINTA?
Peringkat jurnal dapat dilihat melalui portal resmi SINTA yang menyediakan informasi mengenai status akreditasi setiap jurnal.
Bagaimana meningkatkan peluang artikel diterima?
Pastikan artikel sesuai dengan ruang lingkup jurnal, mengikuti template penulisan, memiliki metodologi yang kuat, dan telah direvisi sebelum proses submit.

