Begini Caranya Publikasi Jurnal SINTA untuk Mahasiswa & Dosen

Banyak mahasiswa, dosen, dan peneliti mencari cara publikasi jurnal SINTA ketika membutuhkan luaran penelitian untuk skripsi, tesis, disertasi, kenaikan jabatan akademik, atau kebutuhan institusi.

Namun tentunya masih banyak yang mengira artikel dikirim langsung ke SINTA. Padahal SINTA (Science and Technology Index) merupakan sistem informasi dan indeksasi yang menyediakan informasi kinerja peneliti, institusi, dan jurnal di Indonesia. Artikel dipublikasikan melalui jurnal ilmiah yang dikelola penerbit, umumnya menggunakan sistem Open Journal System (OJS), kemudian jurnal tersebut tercatat dalam ekosistem SINTA.

Lalu, bagaimana proses publikasi jurnal SINTA yang benar?

Apa Itu Jurnal SINTA?

Istilah “jurnal SINTA” umumnya digunakan untuk menyebut jurnal ilmiah nasional yang telah terakreditasi dan memiliki peringkat dalam SINTA.

Pada sistem SINTA, jurnal dapat ditemukan berdasarkan informasi seperti bidang ilmu, penerbit, status akreditasi, dan metrik sitasi. Contohnya, terdapat jurnal dengan status SINTA 2, SINTA 3, SINTA 4, hingga SINTA 6.

Note: Cek tulisan kami terbaru soal aturan jurnal SINTA yang perlu perlu anda simak dalam: Panduan Terbaru 2026 untuk Tingkatan Jurnal SINTA

Sebelum mengirim artikel, penulis perlu memastikan bahwa jurnal yang dipilih benar-benar sesuai dengan target SINTA yang dibutuhkan.

Cara Publikasi Jurnal SINTA

1. Siapkan Artikel Ilmiah

Langkah pertama adalah memastikan penelitian sudah diubah menjadi manuskrip sesuai standar artikel jurnal.

Struktur yang umum digunakan meliputi:

Judul → Abstrak → Pendahuluan → Metode → Hasil → Pembahasan → Kesimpulan → Referensi.

Jangan hanya memindahkan isi skripsi atau tesis ke dalam artikel. Artikel jurnal membutuhkan struktur yang lebih ringkas, fokus, dan menonjolkan research gap serta kontribusi penelitian.

2. Tentukan Target Jurnal

Setelah artikel siap, tentukan jurnal berdasarkan bidang ilmu dan target SINTA.

Periksa beberapa aspek penting:

  • scope jurnal;
  • peringkat SINTA;
  • template artikel;
  • jadwal penerbitan;
  • biaya publikasi;
  • jumlah halaman;
  • gaya referensi;
  • proses peer review.

Jangan memilih jurnal hanya karena peringkatnya tinggi. Artikel yang tidak sesuai scope berisiko mengalami desk rejection.

3. Cek Status Jurnal di SINTA

Verifikasi jurnal melalui laman SINTA sebelum melakukan submission.

Informasi SINTA dapat digunakan untuk melihat status akreditasi jurnal beserta informasi bibliometriknya. Profil jurnal dalam SINTA, misalnya, dapat menampilkan status akreditasi, indeksasi Garuda, sitasi Google Scholar, dan histori akreditasi.

Langkah ini penting untuk menghindari jurnal yang tidak sesuai dengan kebutuhan publikasi.

4. Sesuaikan Artikel dengan Template

Setiap jurnal mempunyai author guidelines yang berbeda.

Perhatikan format:

  • ukuran dan jenis huruf;
  • struktur heading;
  • format tabel dan gambar;
  • gaya sitasi;
  • jumlah referensi;
  • format abstrak;
  • jumlah kata;
  • aturan penulisan nama penulis.

Artikel yang secara substansi bagus tetap dapat dikembalikan apabila tidak mengikuti petunjuk jurnal.

5. Submit melalui OJS

Sebagian besar jurnal ilmiah menggunakan OJS untuk menerima manuskrip.

Penulis biasanya perlu membuat akun, mengisi metadata artikel, memasukkan nama penulis, afiliasi, abstrak, kata kunci, referensi, kemudian mengunggah file manuskrip.

Setelah submission, status artikel dapat berubah menjadi submitted, editorial review, peer review, revision, accepted, hingga published.

6. Hadapi Proses Review

Tahap review merupakan bagian penting dalam publikasi jurnal.

Reviewer dapat meminta perubahan pada:

  • rumusan masalah;
  • metodologi;
  • analisis;
  • pembahasan;
  • referensi;
  • bahasa akademik.

Komentar reviewer sebaiknya dijawab satu per satu melalui response to reviewer. Jangan hanya mengubah naskah tanpa memberikan penjelasan mengenai revisi yang dilakukan.

7. Revisi hingga Artikel Diterima

Setelah revisi dikirim, editor dapat memberikan keputusan berupa accepted, revisi lanjutan, atau bahkan rejected.

Penolakan bukan berarti penelitian selalu buruk. Artikel dapat ditolak karena scope mismatch, novelty kurang kuat, metodologi belum meyakinkan, atau kualitas manuskrip belum memenuhi standar jurnal.

Berapa Lama Publikasi Jurnal SINTA?

Tidak ada waktu tunggal yang berlaku untuk semua jurnal. Durasi publikasi bergantung pada sistem editorial, kecepatan reviewer, jumlah putaran revisi, serta jadwal penerbitan.

Karena itu, jangan hanya melihat klaim “cepat terbit”. Periksa jadwal terbit dan alur review jurnal sebelum melakukan submission.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang membuat artikel sulit diterima antara lain:

Memilih jurnal tanpa membaca scope.
Artikel bagus belum tentu cocok dengan jurnal tertentu.

Menggunakan template lama.
Format jurnal dapat berubah sehingga template harus diperiksa kembali sebelum submission.

Mengabaikan research gap.
Artikel perlu menjelaskan mengapa penelitian tersebut penting dilakukan.

Referensi tidak relevan atau terlalu lama.
Gunakan literatur yang relevan dan mutakhir sesuai karakter bidang penelitian.

Tidak serius menangani revisi reviewer.
Revisi merupakan bagian normal dari publikasi ilmiah, bukan sekadar formalitas.

Tips Memilih Jurnal SINTA yang Tepat

Target publikasi sebaiknya disesuaikan dengan kualitas manuskrip. Jika artikel masih membutuhkan penguatan substansi dan metodologi, memilih jurnal dengan target yang realistis biasanya lebih efektif daripada langsung mengejar peringkat tertentu.

Selain SINTA, perhatikan juga reputasi penerbit, konsistensi penerbitan, kualitas editorial, transparansi biaya, serta rekam jejak artikel yang telah diterbitkan.

GoAcademica sendiri menyediakan pendampingan publikasi jurnal nasional termasuk jurnal SINTA 1–6, serta pendampingan publikasi internasional.

Kesimpulan

Cara publikasi jurnal SINTA pada dasarnya dimulai dari menyiapkan manuskrip yang berkualitas, menentukan jurnal yang sesuai, memverifikasi status jurnal, mengikuti template, melakukan submission melalui OJS, menghadapi proses review, dan menyelesaikan revisi hingga artikel diterima.

Kunci utamanya bukan sekadar menemukan jurnal dengan peringkat SINTA tertentu, tetapi memastikan artikel dan jurnal benar-benar memiliki kesesuaian bidang, standar, dan kualitas akademik.

Bagi penulis yang masih ragu menentukan jurnal atau mempersiapkan naskah, konsultasi sebelum submission dapat membantu mengurangi risiko desk rejection dan kesalahan administrasi.

Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?

Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi publikasi jurnal SINTA Anda, konsultasi gratis.

Scan the code

FAQ

Apakah artikel dikirim langsung ke SINTA?

Tidak. Penulis mengirim artikel ke jurnal tujuan melalui sistem submission jurnal. SINTA berfungsi sebagai sistem informasi dan indeksasi yang memuat data jurnal, peneliti, dan institusi.

Apakah semua jurnal yang muncul di Google Scholar adalah jurnal SINTA?

Tidak. Google Scholar dan SINTA merupakan sistem yang berbeda. Status SINTA perlu diverifikasi melalui informasi resmi pada database SINTA.

Apakah publikasi SINTA harus menggunakan OJS?

Sebagian besar jurnal nasional menggunakan OJS atau sistem submission daring sejenis, tetapi prosedur teknis dapat berbeda antarjurnal.

Apakah jurnal SINTA pasti gratis?

Tidak. Kebijakan biaya publikasi ditentukan oleh masing-masing jurnal. Ada jurnal yang tidak mengenakan biaya dan ada pula yang menerapkan article processing charge.

Apakah artikel yang ditolak masih bisa dipublikasikan?

Bisa. Naskah dapat dievaluasi berdasarkan komentar editor atau reviewer, diperbaiki, kemudian disubmit kembali ke jurnal yang sama atau jurnal lain yang lebih sesuai.

Referensi

  1. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
  2. Day, R. A., & Gastel, B. (2022). How to write and publish a scientific paper (9th ed.). Bloomsbury Academic.
  3. Gasparyan, A. Y., Ayvazyan, L., Goroyan, A., & Kitas, G. D. (2011). Upgrading authors’ skills in biomedical publishing: Good leadership, quality peer review and data sharing. Journal of Korean Medical Science, 26(5), 621–625. https://doi.org/10.3346/jkms.2011.26.5.621
  4. ICMJE. (2025). Recommendations for the conduct, reporting, editing, and publication of scholarly work in medical journals. International Committee of Medical Journal Editors.
  5. Kärki, A., & Heiskanen, M. (2018). Quality of scholarly publishing and peer review. Learned Publishing, 31(3), 229–235. https://doi.org/10.1002/leap.1144
  6. McGowan, J., Sampson, M., Salzwedel, D. M., Cogo, E., Foerster, V., & Lefebvre, C. (2016). PRESS peer review of electronic search strategies: 2015 guideline statement. Journal of Clinical Epidemiology, 75, 40–46. https://doi.org/10.1016/j.jclinepi.2016.01.021
  7. van Dalen, H. P., & Henkens, K. (2012). What makes an academic article publishable? A survey of editors. Scientometrics, 93, 73–93. https://doi.org/10.1007/s11192-012-0699-9
  8. Wager, E., & Kleinert, S. (2011). Responsible research publication: International standards for editors. WAME. https://doi.org/10.24318/cope.2019.1.10
  9. Ware, M. (2008). Peer review: Benefits, perceptions and alternatives. Publishing Research Consortium. https://doi.org/10.5281/zenodo.399378
  10. Sinta. (2026). Science and Technology Index (SINTA). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Scroll to Top