Setelah memahami Grand Theory dan Middle Theory, pembahasan berikutnya adalah Applied Theory. Istilah ini sering muncul dalam kerangka teori skripsi, tesis, atau disertasi, terutama ketika peneliti harus menjelaskan teori yang paling dekat dengan masalah penelitian.
Sederhanya begini: Applied Theory merupakan teori yang digunakan untuk menjelaskan, menganalisis, atau membantu memecahkan fenomena yang lebih spesifik dalam konteks tertentu.
Apa Itu Applied Theory?
Applied Theory adalah teori yang digunakan pada persoalan atau fenomena yang lebih konkret sehingga hubungannya dengan objek penelitian lebih langsung.
Jika Grand Theory memiliki cakupan luas dan Middle Theory menjadi penghubung dengan fenomena tertentu, Applied Theory berada lebih dekat pada masalah yang sedang diteliti.

Hubungannya dapat digambarkan secara sederhana:
Grand Theory → Middle Theory → Applied Theory → Fenomena Penelitian
Namun tentunya susunan tersebut bukan aturan wajib, karena tidak semua penelitian harus menggunakan ketiga tingkat teori secara berurutan.
Apa Fungsi Applied Theory?
Applied Theory membantu peneliti menjelaskan fenomena secara lebih spesifik. Teori ini dapat digunakan untuk:
- menjelaskan hubungan antarvariabel;
- membangun kerangka berpikir;
- menyusun hipotesis atau proposisi;
- menganalisis hasil penelitian;
- menghubungkan konsep teoritis dengan masalah praktis.
Karena dekat dengan objek penelitian, Applied Theory biasanya menjadi teori yang paling mudah terlihat penerapannya dalam analisis.
Contoh Applied Theory
Pemilihan Applied Theory bergantung pada bidang dan masalah penelitian.
1. Technology Acceptance Model (TAM)
TAM dapat digunakan untuk menjelaskan penerimaan seseorang terhadap teknologi berdasarkan faktor seperti perceived usefulness dan perceived ease of use.
Contohnya pada penelitian:
“Pengaruh Kemudahan dan Kemanfaatan terhadap Minat Menggunakan E-Wallet.”
TAM dapat menjadi teori yang langsung menjelaskan mekanisme hubungan variabel tersebut.
2. Theory of Planned Behavior (TPB)
TPB dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku berdasarkan attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control.
Contohnya:
“Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, dan Kontrol Perilaku terhadap Minat Berinvestasi Mahasiswa.”
3. SERVQUAL
SERVQUAL sering digunakan dalam penelitian kualitas pelayanan dengan dimensi seperti reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles.
Teori atau model ini dapat diterapkan pada penelitian mengenai kepuasan pelanggan, pasien, mahasiswa, maupun pengguna layanan.
Perbedaan Grand Theory, Middle Theory, dan Applied Theory
| Teori | Fokus | Kedekatan dengan Fenomena |
|---|---|---|
| Grand Theory | Kerangka yang sangat luas | Rendah |
| Middle Theory | Menjelaskan kelompok fenomena tertentu | Sedang |
| Applied Theory | Menjelaskan masalah atau konteks spesifik | Tinggi |
Contohnya begini ya: penelitian tentang penggunaan teknologi dapat menggunakan perspektif teori sosial yang luas sebagai Grand Theory, teori perilaku sebagai Middle Theory, kemudian TAM sebagai Applied Theory.
Tetapi kembali lagi, peneliti tidak harus memaksakan semua tingkatan apabila memang tidak diperlukan.
Panduan Memilih Applied Theory
Memilih Applied Theory sebaiknya dimulai dari masalah penelitian, bukan dari mencari teori yang sekadar populer.
1. Tentukan fenomena utama
Tanyakan terlebih dahulu: apa yang sebenarnya ingin dijelaskan?
Misalnya keputusan pembelian, penerimaan teknologi, perilaku keuangan, kepuasan pelanggan, atau kinerja organisasi.
2. Identifikasi variabel atau konsep utama
Catat variabel yang digunakan dalam penelitian.
Contoh:
Perceived Usefulness → Intention to Use
Model seperti ini dapat mengarahkan peneliti pada teori yang menjelaskan penerimaan teknologi.
3. Cari teori yang secara langsung menjelaskan hubungan tersebut
Jangan memilih teori hanya karena namanya sering muncul dalam skripsi. Lihat apakah teori tersebut benar-benar menjelaskan mekanisme yang ingin diuji.
4. Periksa penelitian terdahulu
Cari artikel yang menggunakan teori tersebut pada konteks yang sama atau serupa. Ini membantu memastikan bahwa teori memiliki dasar empiris.
5. Sesuaikan dengan bidang penelitian
Teori yang tepat untuk penelitian pemasaran belum tentu tepat untuk penelitian pendidikan atau kesehatan.
6. Pastikan teorinya benar-benar digunakan
Applied Theory seharusnya muncul dalam kerangka pemikiran, pengembangan hipotesis atau proposisi, analisis, dan pembahasan. Jangan hanya mencantumkan teori di Bab II tanpa menggunakannya.
Apakah Applied Theory Wajib dalam Skripsi, Tesis, Disertasi?
Tidak selalu. Penggunaannya bergantung pada pedoman program studi dan kebutuhan penelitian. Jika sebuah teori sudah cukup kuat menjelaskan masalah penelitian secara langsung, peneliti tidak perlu memaksakan pembagian Grand Theory, Middle Theory, dan Applied Theory.
Yang paling penting adalah adanya kesesuaian antara teori, masalah penelitian, variabel, hipotesis, dan analisis.
Kesimpulan
Applied Theory merupakan teori yang memiliki hubungan paling dekat dengan masalah atau fenomena yang diteliti. Teori ini membantu peneliti menjelaskan mekanisme tertentu, membangun kerangka penelitian, dan menginterpretasikan hasil secara lebih konkret.
Cara memilihnya pun cukup sederhana: mulai dari fenomena, tentukan variabel, cari teori yang benar-benar menjelaskan hubungan tersebut, lalu validasi melalui penelitian terdahulu.
Jangan memilih Applied Theory karena sekadar populer. Pilih teori yang paling mampu menjawab pertanyaan penelitian.
Perlu Publikasi Jurnal Ilmiah?
Hubungi tim expert dari GoAcademica untuk konsultasi gratis menentukan tujuan publikasi jurnal Anda
FAQ
Applied Theory adalah apa?
Applied Theory adalah teori yang digunakan untuk menjelaskan atau menganalisis fenomena yang lebih spesifik dalam konteks penelitian tertentu.
Apa contoh Applied Theory?
Contohnya dapat berupa Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), atau model SERVQUAL, tergantung bidang dan masalah yang diteliti.
Apa perbedaan Applied Theory dan Middle Theory?
Middle Theory memiliki cakupan yang lebih umum untuk menjelaskan kelompok fenomena tertentu, sedangkan Applied Theory lebih dekat dengan masalah dan konteks penelitian.
Apakah Applied Theory wajib dalam skripsi?
Tidak selalu. Penggunaannya bergantung pada kebutuhan penelitian dan pedoman akademik program studi.
Bagaimana cara memilih Applied Theory?
Mulai dari masalah penelitian, identifikasi variabel, cari teori yang menjelaskan hubungan tersebut, lalu cek penggunaannya dalam penelitian terdahulu.
Referensi
- Merton, R. K. (1968). Social theory and social structure. Free Press.
- Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
- Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
- Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

